Sensasi Live on Board 4 Hari 3 Malam Di Laut Flores dan Labuan Bajo #2



Setelah di tulisan pertama saya menceritakan hari pertama dan kedua berlayar, ternyata perjalanan kami masih cukup panjang. Masih ada satu sehari pelayaran lagi dan dilanjutkan dengan menginap semalam di Kota Labuan Bajo. Yuk kita teruskan ceritaku ini.

Hari Ketiga, menikmati mentari pagi di Gili Lawa – menanam bakau di Pulau Papagarang - main voli pantai di Pulau Kanawa dan ngopi cantik di Café in Hit

Setelah kemarin menjemput sunset, pagi ini di Gili Lawa kami menyambut datangnya sinar mentari pagi. Walaupun bangun agak kesiangan karena masih kelelahan, kami menuju daratan dan beberapa rekan naik lagi ke puncak, aku dan beberapa orang teman masih duduk santai di pinggir pantai sembari melihat rusa yang mulai turun dari bukit. Rusa-rusa khas Gili Lawa ini akan turun untuk mencari makan dan minum.

Pulau Kanawa from drone

Setelah mengisi perut dengan sarapan yang lezat, tepat pukul 09.00 WITA kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Pulau Papagarang. Tujuan kali ini adalah menanam bakau sebagai salah satu aksi sosial dan lingkungan hidup yang biasa dilakukan oleh Get Lost Trip. Perjalanan menuju Pulau Papagarang ditempuh selama tiga jam. Tepat jam 12.00 WITA ketika mentari ada di atas kepala, kami menginjakkan kaki di pulau yang memiliki seribu penduduk atau kurang lebih 300 Kepala Keluarga ini. Saat kami datang, pulau ini sedang kesulitan air bersih, warga harus membeli air yang didatangkan dari Labuan Bajo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah berjalan kaki sejauh 500 meter dari dermaga, tibalah ke lokasi penanaman bakau. Masing-masing peserta diberi satu bibit pohon bakau. “Datanglah ke sini 5 tahun lagi,tanaman bakau ini sudah menjadi hutan bakau” ujar petugas yang mendampingi. Selain petugas, banyak anak-anak setempat yang menyambut kehadiran kami, mereka tersenyum ceria dan ramah menyambut kedatangan wisatawan ini. Pulau Papagarang memiliki satu taman kanak-kanak dan satu sekolah dasar, jika anak-anak ingin melanjutkan ke sekolah tingkat menengah, mereka hatus ke Labuan Bajo untuk bersekolah.


Menanam Bakau di Pulau Papagarang


Cuaca Papagarang masih panas ketika kami perlahan-lahan meninggalkan pulau ini bertolak menuju Pulau Kanawa, pelayaran singkat ini ditempuh dalam waktu 90 menit saja. Sebelum tiba di Kanawa, rekan-rekan sudah turun ke laut untuk kembali menikmati alam bawah laut Kanawa yang terkenal dengan ikan warna warni yang cantik. Memang tak dipungkiri bawah laut Kepulauan Komodo menyimpan koral-koral terbaik negeri ini, biota laut  indah ini tetap yang harus dijaga kelestarianya. Ada apa sih di Kanawa? selain bukit yang juga terdiri dari savanna, batu-batuan juga aneka binatang laut warna-warni bisa juga para pembaca temukan di pulau yang tenang ini. Selain itu, di Kanawa juga terdapat resort sebagai sarana akomodasi wisatawan untuk menginap di sini. Setelah teman-temanku kelelahan menjelajah bawah laut sekitar Kanawa, paling pas memang untuk melepas dahaga dengan minum air kelapa muda segar di pinggir pantai. Pulau Kanawa memiliki fasilitas lapangan voli, yang biasa digunakan untuk bermain voli pantai. Nah jelang sore, tour leader kami mengajak untuk menghabiskan sore dengan bermain voli pantai, sungguh seru permainan voli pantai ini. Sudah lama tidak bermain voli, membuat tim ku kalah sore itu. Tapi kami semua bahagia bisa menghabiskan sore di Kanawa.


Makanan lezat selama pelayaran 4 Hari 3 Malam


Jelang matahari terbenam kami harus meninggalkan Kanawa kembali ke Labuan Bajo, rasanya kok masih kurang pelayaran ini waktunya, masih ingin menjelajah lebih luas lagi Kepulauan Komodo ini. Namun apa daya kami memang harus kembali ke ibu kota kabupaten Manggarai Barat ini. Setelah 90 menit berlayar dari Kanawa, kami sampai juga di Pelabuhan Labuan Bajo. Ucapan terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada nakhoda kapal dan anak buah kapal yang sudah melayani kami dengan baik beberapa hari ini. Sebelum makan malam di Tree Top Resto, kami cek in di sebuah hotel yang memiliki fasilitas lengkap di Labuan Bajo yaitu The Jayakarta Suites Komodo Flores. Hotel berbintang empat ini letaknya di pinggir pantai loh.

Makan malam usai sudah dan kami merasa malam masih panjang, apalagi saat itu malam minggu, rasanya masih terlalu cepat jika kami harus kembali ke hotel. Jadi tour leader kami mengajak kami untuk mencicipi lezatnya kopi flores di sebuah coffee shop bernama Café in Hit. Café ini interiornya sangat menarik dan instagrammable, dibuka setiap hari pada pukul 07.00 pagi dan tutup pukul 10.00 malam. Café in Hit menyajikan kopi flores dengan cita rasa modern, malam yang hangat itu aku memesan segelas es cappuccino untuk menemani ngobrol santai dan bercengkrama dengan teman-teman trip.


Malam Minggu di Cafe in Hit



Hari Keempat, santai pagi di hotel – jelajah goa Labuan cermin dan kembali ke Jakarta
Ini adalah hari terakhir dalam itinerary ku, artinya hanya ada satu tujuan wisata lagi yang harus kami kunjungi sebelum Get Lost Family ini kembali ke ibukota. Pagi yang cerah menyambutku seusai subuh di hari minggu itu, hampir kesiangan. Lelah berlayar beberapa hari, bertemu kasur yang empuk tidur sangat pulas. Sebelum sarapan, aku dan Nanda, rekan sekamarku menyempatkan untuk berjalan kaki di pinggir Pantai Pede, tepat di belakang hotel sebentar aja. Sekadar untuk menyapa laut dan mentari yang sudah bersinar pagi itu. Setelah itu kami menyusul teman-teman yang telah memulai sarapannya. Sebagai salah satu resort bintang empat di Labuan Bajo, The Jayakarta Suites menyajikan menu-menu variatif , enak dan juga sehat. Selain itu suasana hotel yang nyaman, cozy, dan tenang membuatku masih ingin berlama-lama di sini.


Sarapan Pagi

Ngobrol santai dengan Pak Adi dan Nanda

Jam 10.00 WITA kami cek out dari hotel menuju Goa Cermin yang letaknya 20 menit saja berkendara dari hotel. Hutan bambu rindang menyambut kami di siang yang terik itu, tour guide meminta kami menggunakan alat pelindung diri ketika masuk ke dalam goa. Sepatu boat, dan helm wajib digunakan untuk melindungi diri selama dalam perjalanan di dalam goa. Goa ini memiliki kontur yang unik, ketika masuk dari pintu goa, areanya cukup luas, tak lama berjalan, ada stalagtit dan stalagnit di dalam goa yang sudah lama berada di Kabupaten Manggarai Barat ini. Ada sisi goa yang sempit, sehingga menyulitkan kita untuk berjalan dan berdiri, jadi kita harus berjongkok dan menunduk. Kondisi goa yang gelap, membuatku harus berhati-hati dan sangat pelan sekali melangkah, sempat ada rasa takut di dalam hati untuk melanjutkan jelajah ini. Tapi kok gak seru kalo tidak menuntaskannya. Jadi akupun benar-benar berjalan sangat pelan, memegang dinding kanan dan kiri goa yang basah dan lembab. Setelah berjalan pelan selama 30 menit, sampai juga di pintu keluar goa, senang sekali bisa menghirup udara segar kembali.


Goa Labuan Cermin

Bersama teman-teman Get Lost Family


Setelah memastikan seluruh team lengkap kami meninggalkan area Goa Labuan Cermin menuju tempat oleh-oleh dan makan siang yang letaknya berseberangan dengan Bandara Labuan Bajo. Sebenarnya kisah sensasi Live on Board di Kepulauan Komodo ini masih ada loh keseruannya, aku akan tulis di postingan selanjutnya ya.

You Might Also Like

1 comments