13 derajat Celcius di Situ Cileunca


Cuaca sejuk terasa ketika mobil yang dikendarai oleh Kak Nadia temanku memasuki wilayah Pangalengan Bandung Selatan. Perjalanan jauh yang telah kami lakukan dari pagi tidak sia-sia rasanya dengan melihat hijaunya kiri kanan pepohonan.

Nelayan menjaring ikan di Situ Cileunca




Sebelum mencapai tempat kemah, kami menunaikan shalat zuhur terlebih dahulu karena azan sudah terdengar. Tidak berapa lama, rombongan lain dari berbagai komunitas drone juga sudah datang ke lokasi bersama kami.

Tenda kami jelang magrib


Ya hari itu kami akan kemah di Area Situ Cileunca, rekan-rekan pria membangun 7 tenda untuk kami. Sementara itu aku, kak nad dan uni mitt menikmati sejuknya Situ Cileunca yang sedang berangin sepoi-sepoi. Pepohonan di kawasan Cileunca kurang menghijau saat itu, karena sudah 6 bulan Pangalengan dilanda kekeringan. Sudah 6 bulan juga warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Setelah tenda selesai dibangun, kami beristirahat sejenak di dalam tenda untuk tidur siang. Ya cuaca sangat mendukung untuk tidur siang, dingin, berangin, ngantuk dan kenyang adalah kombinasi yang pas untuk melepas penat siang itu.

Waktu menunjukkan pukul 16.00 ketika berbagai suara drone dari luar tenda diterbangkan. Ya kali ini kami kemping bersama berbagai komunitas drone, pilot-pilot drone kece ini menerbangkan drone dengan ketinggian dan mengambil gambar lanskap Situ Ciuleunca dengan ciamik.

Waktu beranjak malam, saatnya makan malam yang ditunggu-tunggu. Makanan sederhana yang nikmat itu terdiri dari ayam goreng hangat, nasi putih hangat, sambel nan pedes dan lalapan timun selada. Duhh nikmat sekali disantap di sebuah area perkemahan di Bandung selatan ini.


Hari beranjak malam, suhu udara di ponsel ku menunjukkan 15 derajat celcius. Peralatanku cukup lengkap seperti jaket tebal, kaos kaki, syal dan baju hangat ternyata aku masih saja kedinginan. Cemilan kami kurang lengkap hari itu. Akibat insiden gagal ke mini mart. Kami harus tidur segera malam minggu itu karena akan bangun pagi jam 04.00 WIB untuk hunting sunrose di Point Cukul. Setelah ngobrol, dan tertawa bersama pilot-pilot drone yang lain, kami undur pamit menuju tenda masing-masing.

Pegal-pegal kurasa setelah tidur di tanah, tiba-tiba jam 03.00 “ kak, temenin pipis” kata uni mitta. Tapi kudengar dari dalam tenda di luar masih ada yang ngobrol-ngobrol. “ Di luar masih ada yang ngobrol, berani kan?” “Iya, berani” kata uni mit.  Akhirnya uni mit berani untuk pipis ke toilet yang jaraknya kurang lebih 50 meter dari tenda kami.

View Situ Cleunca dari drone


Jam 04. 00 tepat kami dibanguni untuk segera bergegas karena pukul. 04.30 akan menuju Sunrise point cukul, dah suhu pun 13 derajat celcius aja gitu. Sangat mengigil deh pas cuci muka dan sikat gigi. Setelah menyeberangi danau menuju daratan, dan berkendara selama 30 menit, kami mencapai Sunrise Point Cukul. Pemandangannya keren sekali., dan lihat ini..

Sunrise Point Cukul 05.15 Wib





You Might Also Like

2 comments

  1. Uuuunnnccch cakep kali viewnya, suka warna langitnya. Dingin-dingin gitu lagi nikmatnya

    rometraveloften.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. dinginnn bangett roma..one day kita ke sini ya.

      Delete