4 Penerbangan Dengan Pengalaman Yang Tidak Menyenangkan Selama Hidupku


Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Innalillahi wainnailahi rojiun. Musibah datang lagi menimpa negeri ini, kali ini Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang Jawa Barat. Pesawat yang baru beroperasi dua bulan ini membawa 189 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Pesawat yang bertolak dari Cengkareng pukul 06.20 WIB pada Senin, 29 Oktober 2018 ini dijadwalkan mendarat Pukul 07.20 WIB, dan hilang kontak Pukul, 06.33 WIB.

Credit to : www.haibunda.com

Nah akupun pernah mengalami beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan selama naik pesawat, memang sih paling banyak disebabkan karena buruknya cuaca selama penerbangan. Namun ini sangat cukup untuk menjadi pengingat bahwa jika masuk pesawat itu harus banyak berdoa dan pasrah. Usia di tangan allah, dan iklas adalah KOENTJI!

Baerikut 4 penerbangan dengan pengalaman yang tidak menyenangkan selama hidupku :

1.  2014 Jakarta – Jambi
Ketika itu aku baru saja kembali dari Cuti R & R di kantorku dari Bandung menuju pulang ke rumah di Jambi. Dengan maskapai plat merah kebanggan negeri ini aku berangkat Pukul 14.00 WIB, cuaca cukup cerah ketika aku akan terbang di Ibu Kota siang itu. Entah kenapa di tengah perjalanan turbulensi terus-menerus terjadi. Turun naiknya pesawat cukup kencang, dan aku tak lepas dari zikir dari tadi. Hanya pasrah yang bisa kulakukan selain berdoa di pesawat saat itu. 40 menit kulalui dengan goncangan yang cukup kencang dan ketika mendarat dengan baik, hanya alhamdulilah yang terus-menerus aku lafazkan.

2.  2015 Hongkong – Kuala Lumpur
Jadwal kepulangan dari Bandara Hongkong yang berada di Pulau Lantau saat itu pukul 21.30 waktu setempat dengan menggunakan maskapai Air Asia. 30 menit sebelum keberangkatan, mendapatkan informasi penerbangan ditunda menjadi pukul 22.30 waktu setempat. Agak kaget juga mendapatkan informasi ketika penerbangan internasional ini ditunda. Pukul 22.30 pun berlalu, dan kami masuk pesawat pukul 23.00, sempet deg-degan kenapa sampai 23.30 juga pesawat belum take off juga. Hingga akhirnya kami mendapatkan informasi bahwa telah terjadi hujan badai di kawasan Pulau Lantau malam itu yang menyebabkan cuaca tidak mendukung untuk penerbangan malam itu.

3.  2015 Labuan Bajo – Denpasar, Denpasar – Jakarta
Pulang liburan 4 hari dari Labuan Bajo, terpaksa harus menambah semalam lagi karena pembatalan sepihak dilakukan oleh maskapai Singa. Alasan operasional saat itu menjadikan kami gagal pulang. Yang patut disyukuri adalah kami diberi akomodasi yang baik, walaupun kami harus menunggu ketidakpastian selama 24 jam menunggu penerbangan ke Denpasar. Belum usai jua permalasahan kami, setelah sampai di Jakarta, 17 bagasi kami tertinggal di Denpasar. Cobaan oh cobaan..

4.  2016 Padang – Jakarta
Matahari yang seharusnya kembali ke peraduan dengan cerah sore itu, tiba diserbu oleh awan hitam nan pekat di langit Kota Padang. Penerbangan dengan pesawat Sriwijaya dengan Jadwal 18.25 WIB terpaksa tertunda hingga Pukul. 19.30 WIB. Resah dan gelisah saya belum usai ternyata, hampir 120 menit terbang menuju Jakarta penuh dengan turbulensi malam itu. Gemuruh dalam pesawat dengan irama turun naik, membuat waktu terasa lebih panjang dari biasanya. Alhamdulilah Pukul 21.30 WIB  mendarat dengan selamat di Jakarta.

Ya memang takdir itu urusan Allah SWT, tapi maskapai wajib memberikan perlindungan dan keselamatan bagi penumpangnya. Walaupun salah satu maskapai sedang disorot, pengalaman yang saya alami beragam jenis maskpai dan didominasi oleh cuaca yang buruk memang. Sekali lagi, ku turut berduka cita yang mendalam atas insiden jatuhnya JT 610 dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Semoga allah melapangkan jalan menujuNya.


You Might Also Like

0 comments