Kampung Adat Cikondang, kampung Sunda yang masih terjaga keasliannya di Selatan Bandung



Kampung Cikondang terletak di Desa Lamajang, Kec. Pangalengan Kab. Bandung.  38 Km adalah jarak yang traveler tempuh menuju kampung ini jika dari Bandung, sementara jika dari pusat kecamatan Pangalengan, cukup menempuh jarak 11 Km saja. Dari Bandung bisa melalui rute Bandung – Banjaran – Kec. Cimaung.

Kenapa dinamakan Kampung Cikondang? Menurut tetua kampung atau dikenal dengan nama Kuncen, awalnya di daerah ini ditemukan seke (mata air) yang ditumbuhi pohon besar yang dinamakan Kondang. Oleh sebab itu selanjutnya diberi nama Kampung Cikondang. Kuncenpun tidak mengetahui kapan dan siapa yang mendirikan kampung ini. Namun dipastikan bahwa karuhun (nenek buyut) mereka adalah seorang wali yang menyebarkan Islam di masa dahulu kala.

Photo credit : www.detik.com

Terdapat lima kuncen yang memelihata Bumi Adat (Rumah adat ) yaitu Ma Empuh, Ma Akung, Anom Idil, Anom Rumya, dan Aki Emen.  Syarat untuk menjadi kuncen Bumi Adat yaitu memiliki ikatan darah dengan leluhur.

Bentuk Bangunan di Kampung Cikondang yaitu Rumah Panggung yang memiliki bentuk atap suhunan jolopong yakni bentuk atap yang terdiri dari dua bidang atap. Kedua bidang atap dipisahkan oleh jalur bubungan (suhunan) di bagian tengah bangunan rumah.

Warga Kampung Cikondang begitu kokoh memegang adat dan istiadat luhur nenek moyang mereka. Hingga saat ini di rumah-rumah adat di sana tidak diijinkan barang elektronik seprti Tv, radio, listrik dan yang lainnya. Memasakpun masih menggunakan alat tradisional yaitu tungku. Jika ingin minum, gelas yang digunakan terbuat dari batok kelapa. Kita tidak akan menemukan gelas kaca atau plastik di sana. Untuk penerangan rumah, warga Kampung Cikondang menggunakan cempor atau lentera, tidak menggunakan listrik.

Tak jauh dari Bumi Adat kita akan menemukan hutan keramat berupa lereng bukit.  Hutan di sini begitu dikeramatkan sehingga kita tidak boleh menebang pohon sembarangan saja. Huta ini terbagi menjadi lima halam, dan di sekeliling halamn dipasang pagar bambu dan pintu masuk. Di bagian halaman yang paling atas terdapat pemakaman keramat dan pemakaman umum.

Seperti di kampung-kampung adat lainnya, Kampung Cikondang juga memiliki pantangan atau hal-hal yang tabu untuk dilakukan, khususnya pada acara adat musiman seperti Tabu melangkahi nasi tumpeng, tabu menendang duegan untuk keperluan sajen, tabu pergi ke hutan pada hari Kamis, tabu berselonjor kaki, tidak boleh kencing mengarah ke selatan, tidak boleh menginjak tungku perapian. Dan keseluruhannya masih dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat

Ketika berwisata tidak lepas dari pengalaman kuliner, jangan khawatir, para traveler akan menemukan 45 jenis makanan khas di Cikondang. Beberapa jenis diantaranya yaitu opak, rangginang, klontong, ampeang, dan yang lainnnya. Makanan khas Kampung Cikondang umumnya dihidangkan untuk tamu-tamu yang berkunjung.

Jadi para traveler bersiaplah menyusun itenerary menuju Pangalengan dan bersiap menjelajahi Kampung Cikondang untuk rekreasi budaya, dan menambah pengetahuan


You Might Also Like

0 comments