​Mengisi Libur Akhir Pekan dengan Belajar Sejarah di Museum

Sebagai pecinta sejarah, aku senang sekali jika ada kunjungan ke museum, baik di dalam negeri atau di luar negeri. Ya, museum tak melulu soal sejarah, ada beberapa museum yang casual dan menarik secara interior.

Design Interior Museum
Nah akhir pekan kemarin ketika libur akhir tahun baru saja dimulai, aku berkesempatan jalan-jalan ke dua museum yang ada di Jakarta. Judulnya jadi tour guide untuk dua orang teman yang datang dari Batam bertugas di Jakarta. Museum apa aja sih yang aku datangi? Simak ceritanya ya.

1. Museum Bank Mandiri

Terletak di kawasan Kota Tua a.k.a old town yang secara administratif masuk ke wilayah Jakarta Barat, Museum Mandiri pagi itu cukup ramai dengan wisatawan, padahal waktu masih menunjukkan pukul 09.20 WIB loh. Ya iyalah ini musim liburan sekolah gaes!

Baru saja menapaki dua anak tangga, dua orang petugas cantik menyapa kami ' selamat pagi ,tasnya bisa dititipkan di dalam" ujarnya seraya mempersilahkan kami masuk ke ruangan penitipan barang. Setelah barang-barang rapi disimpan, kami diberikan kartu penitipan barang.

Nah untuk menjelajah Museum Bank Mandiri ini hanya perlu uang 2000 saja untuk membeli tiket.  Museum yang memiliki luas 1039 m2 ini buka setiap hari Pukul 09.00 - 15.00 Wib. Akan tutup pada hari senin dan libur nasional.



Alat Kuno Museum Mandiri
Alat- alat kuno di Museum Mandiri


Museum Mandiri berisikan sejarah perbankan pertama kali di Batavia, ada juga ruangan khusus untuk kasir-kasir dari etnis Tionghoa. Ruangan ini menceritakan bagaimana ketika zaman penjajahan Belanda, etnis Tionghoa yang pintar berhitung di masa itu bisa bekerja di bank dengan jaminan saudaranya yang kaya.

Jadi mereka membantu proses transaksi bisnis tuan-tuan tanah dan pedagang di masa penjajahan sekitar tahun 1929. Bangunan ini awalnya adalah kantor Nederlandsche Handel Maatschappij NV di Batavia yg merupakan kantor perdagangan Belanda. Nah seiring dengan berjalannya waktu, kantor perdagangan tadi memiliki unit bisnis dalam bidang perbankan di masa itu.
Cekrek Sedikit dengan Cytta dan Kak Devina


Pada tahun 1968 gedung ini menjadi bangunan Bank Expor Impor atau biasa disingkat Bank Exim. Dan sejak tahun 1999, dengan mergernya empat Bank Swasta Nasional di Indonesia menjadi Bank Mandiri, so museum ini dinamakan dengan Museum Mandiri 

Beraneka ragam hal mengenai alat-alat perbankan di zaman dahulu ada di sini loh. Ada mesin hitung uang kuno, ada brankas jaman dahulu, hingga ada replika petugas bank yang sedang bekerja. Nah datang ke museum ini, aku jadi membayangkan bagaimana transaksi keuangan awal tahun 1900an di Batavia

Museum Mandiri ini terbagi menjadi beberapa set, ada set mengenai sejarah celengan yang ada sejak zaman dahulu, ada set mengenai pertanian di negeri ini  dan petani memanen hasilnya, ada set replika kantor dan alat-alat yang digunakan di zaman itu seperti buku tabungan, mata uang, dan cek. Datang ke museum ini benar-benar merasakan aura masa lampau dan masa kolonial yg cukup pekat.

Museum Mandiri gampang sekali diakses dengan angkutan umum. Ada kereta dari berbagai jurusan menuju Stasiun Kota. Ada juga Bis Trans Jakarta yang menuju Kota. Jarak halte Trans Jakarta, maupun Stasiun Kota kurang lebih 200 meter saja dari Museum Mandiri.

2. Museum Bank Indonesia

Berjarak 100 meter saja dari Museum Bank Mandiri, ada Museum Bank Indonesia. Dengan tiket seharga 5000 per orang, kita bisa masuk dan belajar sejarah di Museum ini.

Sama seperti di Museum Mandiri tadi, di Museum Bank Indonesia ini kami juga diminta untuk menyimpan barang di loker yang telah disediakan. Waktu menunjukkan pukul 10.00 dan pengunjung sudah mengantri tiket loh pembaca. Setelah validasi tiket oleh dua orang petugas nan ramah, kami mulai menjelajah.


Museum BI
Loket Masuk Museum Bank Indonesia

Yang pertama kami lakukan di museum ini adalah menonton film pendek mengenai cara kita merawat uang. Walaupun filmnya pendek, ceritanya cukup bagus dan banyak yang menonton. Ini cara kreatif untuk memberikan wawasan bagaimana kita memperlakukan uang yang kita punya.

Ruang set selanjutnya yaitu sejarah perkembangan uang dan perdagangan di Indonesia. Peradaban hindia belanda yang berdagang mencari rempah-rempah di berbagai sudut negeri ini. Dimulai dari Marcopolo, Laksamana Cheng Ho hingga Cornelis de Hotman dari Belanda.


Masa Hindia Belanda Museum BI
Cerita Masa Belanda
Selain itu ada juga perkembangan ekonomi negeri ini sejak bernama Batavia, Jayakarta, hingg a Jakarta. Tersaji di depan mata sejarah moneter negeri dan apasaja yang telah dilakukan untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi ekonomi pada tahun 1997-1999.

Di Museum Bank Indonesia juga terdapat aneka produk-produk perbankan dari zaman dahulu hingga sekarang seperti uang kuno, cek, wesel, buku tabungan, resi, alat penghitung uang dan yang lainnya.

Museum Bank Indonesia X Awan Biru

Nah dua museum ini sangat cocok dikunjungi oleh keluarga pada musim liburan sekolah. Anak- anak bisa menambah wawasan mengenai sejarah perekonomian dan perbankan dari zaman kolonial hingga zaman digital seperti sekarang. 


A museum is a spiritual place. People lower their voices when they get close to art – Mario Botta

Pembaca punya cerita juga tentang berkunjung kedua museum ini?


You Might Also Like

1 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...