Terpikat Penang, Pulau Penuh Kenangan dan Warisan

Penang, pulau yang letaknya di negara tetangga ini udah sejak dari tahun kemarin ingin aku datangi. Aku menyukai wisata sejarah dan budaya, Penang masuk dalam warisan budaya dunia loh melalui World Heritage yang disematkan UNESCO bersama Melaka tahun 2008. Perpaduan budaya Kolonial Inggris, Tiongkok, Melayu dan India hadir di pulau yang terletak di Selat Malaka ini.


Victoria Street Penang
Street Art yang hits di Victoria Street



Transportasi
Mba Uri memilihkan maskapai Citilink yang sedang ada promo dari salah satu on line travel agent. Bayangkan untuk pulang pergi kita hanya perlu membayar Rp. 960.000 saja itupun termasuk makan dan sebotol air mineral di pesawat. Selisih 300.000 lebih murah dibandingkan tiket mudikku loh. Keberangkatan ku hanya dua minggu saja sejak kami merencanakan short escape ini. Pilihan kepergian pada Pukul 05.25 pagi dan pulang pada pukul 18.10 adalah waktu yang tepat untuk bisa menjelajah  Penang selama 3 hari 2 malam.

Untuk di dalam kota sendiri kami menggunakan bis Rapid Penang, CAT, dan Grab ketika udah kelelahan berjalan kaki. Bis Rapid Penang bisa kita dapatkan di Bandara Penang loh untuk menuju George Town, ibu kota Penang. Dengan Bis Jurusan 401 perjalanan selama 60 menit menuju ibu kota dibayar dengan 2,7 MYR saja. Siapkan uang pas ya, karena tidak ada kembalian dari sang supir. 

Rapid Penang tersedia ke berbagai jurusan dan penjuru wilayah di Pulau Penang. Komtar atau kepanjangan dari Komplek Tun Abdul Razak dan Jeti adalah terminal bis ini. Jadi jika ingin menginap dan mencari hotel, carilah di sekitar sini, agar mudah mendapatkan bus ini. Bus Rapid Penang memiliki ongkos yang variatif tergantung jauh dekatnya tujuan kita ada 1 MYR, 1,4 MYR dan yang terjauh biasanya 2,7 MYR.



Bus CAT yang merupakan singkatan Central Area Transit merupakan bus gratis yang tersedia untuk kamu jalan-jalan selama di Penang. Bus ini juga punya nomor-nomor 201, 202 atau yang lainnya di KOMTAR atau Jeti dengan berbagai jurusan. Jangan lupa bus di sini akan berhenti di halte-halte saja ya, beda dengan Jakarta ya. #ehhh

Akomodasi
Banyaknya pilihan akomodasi untuk tinggal selama di Penang bisa menjadikan alternative short escape dari Jakarta loh. Beragam backpacker hostel, hotel, home stay hingga apartment serta resort hadir di pulau yang pernah dijajah Inggris ini untuk menyambut para wisatawan. Kemarin aku dan Mba Uri nginap di Tune Hotel, Jl. Burma kurang lebih 300 meter berjalan kaki menuju Komtar. Harga kamar untuk 2 malam dengan fasilitas queen bed room dan kamar mandi di dalam Rp. 560.000 tanpa sarapan ya. Jangan lupa tambahan 10 MYR per malam sebagai Tax. Karena kemarin menginap dua malam, jadi Tax yang harus dibayar 20 MYR. 


tune hotel penang
Credit to : www.tunehotel.com


Sejak September 2017 hotel-hotel di Malaysia menerapkan pembayaran pajak yang dilakukan oleh tamu ketika cek in. Tune Hotel letaknya cukup strategis, di kiri dan kanan banyak tempat mencari sarapan. Jadi tidak masalah bagiku ketika kami tidak mendapatkan sarapan. Yang penting hotel ini nyaman untuk istirahat. Di lobby hotel juga tersedia air mineral galon, jadi sebelum menjelajah George Town dengan berjalan kaki, pengunjung bisa isi ulang dulu air di botol minum. Selain itu jangan khawatir jika butuh beberapa barang,karena sebelum pintu lobby, ada minimarket seven eleven loh.



Makanan
Wah Penang terkenal dengan makanan yang enak-enak. Street foodnya sangat terkenal. Namun tetap mencari makanan di Penang yang halal harus loh ya. Karena yang gak halal pun buanyaakkk.. Berikut tempat makan yang dijajal selama di Penang kemarin

1.            Resto Kapitan

Resto yang dibuka 24 jam ini sepertinya menjadi favorit banyak orang, terbukti ketika jam makan siang sangat ramai yang datang. Jam tanganku menunjukkan pukul 1 siang ketika kami datang dengan kelaparan. Cuaca yang panas menyedot energy rupanya. 

Di Resto Kapitan yang letaknya tidak jauh dari Masjid Kapitan Keling [Little India] aku memesan seporsi Nasi Briyani dan Ayam Tandoori serta segelas Es Teh Tarik Kesukaan. Sementara Mba Uri memesan Nasi Briyani dan Udang serta segelas Es Teh Tarik. Porsinya cukup nendang untuk kami yang memang sangat butuh karbo di siang nan terik itu. Semua makanan lezat itu kami bayar di meja kasir sebesar 30 MYR.


Kapitan Resto
Nasi Briyani dan Teh Tarik di Kapitan Resto


2.            Nasi Kandar Line Clear

Sebagai salah satu rekomendasi dari banyak pengunjung yang ditemukan di internet, kami datang di hari kedua untuk mencicipi yummy dan gurihnya Nasi Kandar Line Clear. Terletak di Penang Road, sore itu banyak juga tamu berkunjung tempatnya yang luas dan bersih serta rasa yang lezat kurasa itu menjadi alasan-alasan orang datang ke sini. Aku memesan nasi kandar briyani dan udang goreng serta segelas teh manis panas, mba uri memesan Nasi kandar briyani, gulai sotong dan es teh tarik.

Nasi Kandar Line Clear

3.            Red Garden Paradise

Tempat makan bernuansa food court ini kami datangi untuk makan malam. Letaknya strategis di Lebuh Leith. Karena saat itu malam minggu maka pengunjungnya ramai sekali. Aku kehilangan ide untuk memesan makanan. Begitu banyak pilihan makanan di sini mulai dari Chinese food, thai food, arab food, nasi kandar, dan lainnya. Saking bingungnya pilihan makanan jatuh pada kebab porsi besar, salad, dan chendol. 

Kebab yang banyak itu akhirnya kami bungkus dan bawa pulang loh. Rasanya cukup gurih dan enak. Chendol di Red Garden ini standar saja rasanya, namun tetap aku menyukai cendol khas negeri kita. Lagi-lagi kami makan disini dan membayar di kasir sebanyak 31 MYR.

4.            Subway

Duh happy banget aku ketika bisa menemukan Subway, tempat ini hanya aku temukan ketika jalan-jalan ke Singapura, Hongkong, Macau dan Shenzen. Di Jakarta sendiri gak ada Subway. Jadi dengan girangnya kemarin ketika di Batu Ferringhi aku menemukan Subway ini. Aku memesan roti dg isi beef barbeque yang disiram barbeque sauce dan mayonese. Roti dengan porsi besar ini harganya 12,5 MYR saja.

5.            Sin Seow Fong Lye Café

Kopitiam Peranakan di Lebuh Macalister ini hanya berjarak 100 meter saja dari penginapanku Tune Hotel, pukul 08.00 saja udah banyak yang datang mencari sarapan loh. Aku memesan 2 porsi Char Koay Teow dan 2 cangkir teh tarik untuk mengisi perut kami sebelum menuju Penang Hill. 

Kwe tiaw goreng khas Penang ini gurih dan nikmat, topingnya ada tauge, ayam dan kerang loh. Untuk makanan nikmat tadi kami mengeluarkan uang sebesar 13 MYR saja. Di sebelah kopitiam ini, ada jajanan pasar yaitu mochi berisikan kacang serta lapek bugis kalo orang Indonesia bilang. Gak tahan banget buat gak jajan deh. Hahaha


char koay teow
Char Koay Teow nan legendaris

Nah itu dia yang mesti diketahui jika ingin berkelana di kota kecil, bersih, rapi, mungil dan bersejarah yaitu George Town. Akupun masih ingin ke sana lagi loh pembaca.



You Might Also Like

1 comments

  1. mau liburan ke mana? boleh deh ke penang untuk short escape.

    ReplyDelete

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...