​Kota Hujan Yang Berawan di Suatu Akhir Pekan


Bogor selalu saja menarik untuk didatangi ketika akhir pekan. Salah satu alasan banyaknya warga Jakarta berkahir pekan di Bogor karena jarak yang dekat dan budget yang sangat bersahabat di kantong. Mila mengajak ke Buitonzorg lagi Sabtu yang lalu. Kali ini Mila ingin tasyakur atas berkurangnya jatah umur di dunia. Jadi weekend kemarin kami ke Bogor untuk melepas penat setelah seminggu ini bekerja keras. Stasiun Tebet cukup ramai di Sabtu yang mendung itu, kereta pun penuh dengan penumpang. Alhamdulillah masih mendapatkan kursi duduk untuk 60 menit perjalanan Stasiun Tebet - Stasiun Bogor.

Tepat pukul 12.00 kami tiba di Stasiun Bogor, sayup-sayup terdengar azan berkumandang. Dengan memesan ojek online, tujuan kami pertama di siang itu adalah

De Roof Top, cafe untuk santai yang nyaman
' Wah sepertinya tempatnya enak, mudah-mudahan makanannya juga enak' ujarku ketika mobil yang kami naiki masuk ke halaman cafe yang terletak di area Sukasari ini. Roof top Cafe terdiri dari tiga lantai, dan memiliki design interor yang apik. Di lantai satu ku lihat beberapa staff sedang mempersiapkan event 'Bridal Shower' di area tengah cafe.  Kursi, meja, dinding ditata sedemikian apik dan menarik untuk acara tersebut.



Interior De Roof Top Cafe
Karena ingin suasana yang lebih tenang, aku dan Mila memilih lantai dua. Lantai dua tak kalah luas, dengan sofa yang empuk, pengunjung yang belum banyak, dan hiasan dinding yang cantik membuat cafe ini sangat instagrammable sekali. Seperti biasa aku mengambil tempat di pojokan agar merasa lebih bebas.

Tanpa berlama-lama lagi kami memesan 2 porsi nasi putih platter with salted egg, pakcoy tumis tahu, ice chocolate dan salad buah sebagai penutup. Aku menyukai pakcoy tukis tahunya, masih seger pakcoynya, crunchy, ditaburi teri medan favorit dan bumbunya gurih. Tidak terlalu manis, tidak terlalu asin. Pas saja.



Pesanan kami siang itu


Platter with salted eggnya terdiri dari cumi dan popcorn chicken. Ayamnya garing dan empuk, begitu juga dengan cuminya. Hanya sayang saus telur asinnya sangat berasa a.k.a amis, jadi makannya agak eneg. Beruntung memesan ice chocolate sehingga bisa menolongku dari rasa eneg.

Roof top cafe ini sangat cocok dipilih untuk tempat bersantai dan ngobrol berlama-lama. Di area sofa tempat kami duduk tersedia dua bantal guling mini, sehingga tau lah ya, habis kenyang terbitlah ngantuk. Padahal aku belum saja menyentuh salad buah yang tadi dipesan.

Jadi sembari menurunkan banyak hal diperut yang kami lakukan tentu saja mengobrol ngalor-ngidul hingga jam 15.30


Suasana di De Rooftop Cafe

Serabi Sukarasa yang gurih

Tak jauh dari Roof Top Cafe, kurang lebih 100 meter berjalan kaki, di sebelah kiri jalan terdapat salah satu kuliner yang udah populer banget di Bogor, Serabi Sukarasa. Udah beberapa bulan ini pengen banget serabi, tapi belum menemukan di Jakarta yang rasanya mirip dengan di Bandung.

Serabi duren sukasari
Serabu Duren Sukasari

Aku memesan serabi durian dan serabi oncom kesukaan. 5 menit saja setelah memesan, dua piring serabi datang ke meja. Masih panas, baru saja keluar dari tungku sepertinya. Wanginya aja dah bikin gak sabar pengen disantap. Perlahan namun pasti memotong serabi saus durian yang manisnya pas, dan serabinya empuk , serta gurihnya pas. Serabi oncomnya juga gurih, hanya kurang pedas menurutku. Aku menyukai serabi oncom dengan potongan cabai rawit sebagai topping dibandingkan saus sambal. Tidak mengecewakan mampir disini dua serabi tadi hanya dibayar dengan harga Rp. 16.000 saja. Terjangkau banget bukan?


Serabi duren sukasari
Serabi hangat nan nikmat


Momomilk Barn, susu aneka rasa yang terlalu manis.

Belum akan makan malam, kami berniat mampir di Momomilk Barn, sebuah tempat yang menjual aneka susu segar ,yoghurt dan kudapan manis lainnya. Lokasinya di pusat kota bogor, sangat mudah untuk di jangkau dengan kendaraan umum atau ojek on line.


Momomilk Barn
Susu rasa caramel


Pesananku adalah susu dingin rasa caramel, dan lekker rasa pisang. Sementara Mila memilih susu hangat rasa hazelnut. Agak kaget ketika mencicipi kedua minuman ini. Sangat manis sekali. Bagiku manis dalam hal makanan dan minuman hanya sekadar saja. Alhasil kami menambah air putih ke dalam gelas susu agar menetralisir rasa. Nah setelah diberi air, alhamdulillah rasanya pas.

Tempat ini sangat luas dengan beberapa ruangan. Ada area yang dikhususkan untuk anak-anak bermain agar tidak bosan. Ada juga taman dengan bunga-bunga yang cantik. Interior Momo Milk Barn ini juga menarik, ada frame dan boneka yang terpajang sebagai aksesoris di atas meja. Cukup betah tempat ini jika pembaca berkunjung dengan teman-teman dan keluarga.


momomilk barn
Suasana di Momomilk

Grande Factory Outlet yang sepi banget

Jalan kaki kurang lebih 300 meter, aku dan mila tiba di Grande FO. Factory outlet ini juga ada di Bandung dan ramai dikunjungi. Namun hal ini sangat bertolak belakang ketika aku mengunjugi Grande di Kota Bogor. 

Hanya beberapa pengunjung saja terlihat di sore yang gloomy itu. Harganya juga kurasa sekarang agak di atas harga-harga di Factory Outlet pada umumnya. Padahal Grande ini sangat luas areanya, baju-bajunya cukup.lengkap menurutku hanya kurang up to date saja stylenya. Fashion berkembang cukup cepat, mungkin Grande bisa menjual baju-baju yang kini jd selera millennial

Jadi udah punya rencana ke Bogor kah akhir pekan ini?


You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...