​Move On Untuk Jalan Hidup Yang Lebih Baik


“Sometimes the hardest part isn’t letting go but rather learning to start over.”– Nicole Sobon

Pernah kah kamu patah hati? Apa yang dirasakan ketika sedang patah hati? Marah? Pasti! Kecewa? Iya banget! Sakit hati? Ya iyalah! Sesak di dada? Hati-hati nanti asma! Beragam rasa yang terjadi ketika patah hati. Gak mau makan, makanan gak ada rasa lah, galau terus, mellow terus tak kunjung henti. Tapi mau sampai kapan? Apakah dengan menangis hidup akan lebih baik? Iya paling lega sesaat saja. Apakah dengan meratapi nasib, perasaan kita akan tenang? Belum tentu kan?


Ayo Move on dong? Kalimat sakti yang selalu diucapkan.

Apakah ketika sahabat baikmu bilang 'Move on dong' itu adalah semudah membalikkan telapak tangan? Tidak pemirsah. Untuk move on butuh berton-ton rasa sabar tiada batas. Lapang hati seluas samudra hingga air mata kering yang tidak bisa ditumpahkan lagi. 'Ah lebay amat' kata teman mu yang lain. Heloow, itu adalah proses alami ketika seseorang berniat melepaskan segala sesuatu yang buruk yang sedang terjadi pada hidupnya.

Allah Maha Kaya dan Pembolak balik hati.

'Ambil wudu, baca quran dan zikir deh coba ' ujar sahabat yang lain. Klise dan klasik banget ya sarannya pikir hatimu saat itu. Tapi tidak masalah untuk dicoba. Kamu coba singsingkan lengan menuju pancuran yang mengalirkan air segar. 

Kamu basuh muka dengan perlahan namun pasti. Setelah itu tangan, rambut serta telinga turut diseka sehingga agak basah. Terakhir mencuci kaki kiri dan kananmu sebanyak tiga kali. Sejenak berpikir, allah maha baik. Berwudhu ini saja membuatku segar luar biasa, air mengalir ini ciptaanNya. Bagaimana jika aku tinggal di daerah yang sulit air? Apakah akan tayamum sepanjang masa? Apakah akan berwudu dengan pasir-pasir dalam jangka waktu yang lama? 

Ah keras kali rasanya kuberpikir. Segera kulangkahkan kaki membentangkan sajadah kesayangan, memakai mukena dan berniat salat. Ku tunaikan salat untuk menenangkan hati. Setelah mengucapkan salam, tiba-tiba ku tersungkur di atas sajadah, menangis pilu tentang berkah-berkah yang alpa kusyukuri, tentang move on yang ingin aku segerakan dan ingin allah mudahkan jalannya, tentang ketenangan dan kesabaran hati, serta tentang makna kehidupan sementara di muka bumi. Hidup harus berjalan, hati harus tetap bersabar. Mungkin ini adalah jalan terbaik dari Allah yang saat ini masih sulit untuk diterima, masih menolak untuk lapang dada.

Tak mengapa, waktu akan menyembuhkan kok. Waktu yang pergi berbanding lurus dengan kelapangan dan ketenangan hati percayalah itu.


Move on harus ngapain aja

1. Nangis sehari, manusiawi banget

'Ku masih mewek ni, keinget dia mulu' ujar seorang teman beberapa waktu lalu.
'Tak apa, wajar kok itu, asal gak keterusan' ujarku menguatkan

2. Membuang kenangan

Foto, memori dan segala sesuatu tentang dia.
Proses ini berat, karena kenangan sesunggunya adalah memori di otak dan di hati. Perlahan tapi pasti kamu akan terbebas dari segala memori itu. Kamu harus buat lagi memori-memori baru yang akan meninggalkan kesan baik nanti bersama orang-orang yang menyayangimu saat ini.

3. Aku mau makan, jadi inget kamu

Pernah dengerin lirik lagu di atas? Apapun yang kita lakukan akan teringat dia. Lagi-lagi ketika berkegiatan baca doa terlebih dahulu agar kamu fokus.

4. Hindari lagu melow swallow

Pasang lagu yang bisa menyemangati hidupmu, membakar antusias untuk hal-hal positif di depan mata. Niscaya hari-hari yang akan kamu lewati tanpa dia akan bermakna lebih.

5. Ingat Allah lagi dan lagi

Sebagai pencipta, allah tidak akan membebani seseorang lebih dari kemampuannya. Kamu akan naik kelas setelah ini. Berbuat baiklah pada sesama dan ibadahlah terus menerus agar Allah melapangkan jalanmu untuk move on ini.

Tulisan singkat untuk menyemangati seorang sahabat yang sedang proses move on. Allah bersama mu sis.. 


You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...