​Temu Kangen Kawan Seragam Putih Biru



Dari dua minggu terakhir perbincangan hangat di grup SMP ku yang berdomisili di Jabodetabek cukup intens. Dimulai dari ajakan Sarah yang ingin sekali berjumpa. Galih yang akan berencana datang dari Bandung, serta Furqon yang ditunjuk memilihkan tempat di Bogor.

Ketika mereka meminta tanggal 16, aku bersedia, karena tidak ada kegiatan hari itu. 22 -24 Februari kan udah diagendakan untuk kegiatan Baksos All Community for Humanity di Banten.

Kawan-kawan yang hadir


H-3 masih adem ayem
Suasana grup ketika ku pantau masih adem ayem. Ini jadi atau tidak ya. Jika tidak jadi, aku berencana untuk main ke kos Jessica atau main ke Kantor MDI. Udah lama juga gak berkunjung ke kantor lamaku itu. 

H-2 Menjelang Ketemuan
Masih bercanda di grup. Galih kalo batal datang akan dipastap bolak balik sama sarah. Kemudian aku membuat list, hanya 6 orang yang mengisi list. Duh masih bertanya-tanya, ini jadi atau tidak ya.

Hari H, horeeee kita jumpa lagi
Jam 09.05 di pesan singkat ku.
Sarah : Fit dah jalan?
Me : Belum sar, nanti jam 10.
Sarah : Fit dak kelamoan tuh
Me : Ndak sar, aku naik kereta dari Cawang kok.
Sarah : Okeh fit.

Aku malas-malasan menuju kamar mandi. Dari Subuh terus-terusan hujan, dan udah pas aja gitu mengular di kasur. Apa daya sebentar lagi jam 10.00 jadi ku harus bersiap-siap.

Kuputuskan naik.kereta dari Tebet saja, karena jam 10.00 begini lalu lintas di perempatan Cawang pasti macet. Hanya 5 menit menunggu di Stasiun Tebet, kereta menuju Bogor tiba jua. Alhamdulilah masih dapat tempat duduk dan lega. Aku yang masih ngantuk menyandarkan kepala di dinding kereta dan tidur sejenak. Sempat terbangun karena Ayahku menelpon sebentar, setelah itu tidur kembali. Sebelum masuk stasiun Bogor, aku udah melek. Bogor cukup terik siang itu. Rasanya dalam sebulan ini aku udah tiga kali saja ke Bogor. Kota hujan ini memang tempat yang pas untuk melepas penat dan mengistirahatkan pikiran sejenak.

Sesampainya di stasiun, aku langsung memesan ojek.on line, dengan tujuan yang telah di sepakati, D Colonel Resto di Jl. . Jaraknya jika kulihat di peta kurang lebih 5 KM saja. Tiba di sana aku langsung bertemu Sarah beserta anak dan suami, serta Mayor yang udah pada pesan makanan. Tak berapa lama Lely datang beserta Melody putrinya yang telah beberapa kali bertemu denganku di Jambi.

Reunian mini ini bertambah semarak dengan kedatangan Furqon sekeluarga,Dinda sekeluarga serta Indah, Idham dan anak-anak mereka. Galih dan ira membatalkan kedatangan dan akan segera masuk list 'dipastap' sama sarah.

Memory masa remaja
Walaupun kami ada yang satu kelas  dan berbeda kelas pada masa remaja, tapi mengingatnya sungguh menjadi nostalgia tersendiri. Membahas Sarah dengan rambut 5 cm nya yang selalu hits di era 90-an adalah salah satu dari sekian banyak cerita kami. Ya Sarah dari masa SMP hingga SMA tidak pernah berambut panjang, rambutnya persis sama seperti anak-anak cowo pada umumnya.

Walaupun di masa SMA nya kami ada yang satu sekolah, ada yang beda sekolah, tetap saja kami anak-anak Simpang Karya yang suka makan siang di BK atau Bakso Karya maupun KTP atau Kantin Telanaipura. Sekolahku tak jauh dari sekolah ,hanya berjalan kaki 10 menit dari rumah, sehingga jika pergi dan pulang sekolah lebih banyak berjalan kaki.

Ya itulah cerita singkat kami menghabiskan pekan di Kota Hujan. Memory dan kisah masa remaja memang tak terlupakan.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...