5 Alasan Meminimalisir Ajakan Berbuka Bersama



Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, seperti yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu [Al Baqarah-183]

Ramadan Mubarak 1440 Hijriah telah tiba, semua warga muslim di belahan dunia manapun pasti akan bergembira dengan kehadiran bulan suci ini. Semua menyambut dengan hati yang bersih, suka cita yang tak tertandingi serta membuat rencana ibadah-ibadah yang akan dijalankan.
Berbicara mengenai Ramadan, tak lepas dari satu kegiatan bernama Buka Puasa atau Iftar. Buka Puasa bersama ini bahkan diagendakan sebelum ramadan tiba loh. Ada buka bersama teman-teman SD, SMP, SMA, Kuliah, Kantor A, Kantor B, Komunitas A, Komunitas B, Genk Ini, Genk itu. Hayaa banyak sekali yaa..



Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana agenda buka puasa bersamaku cukup banyak. Bahkan aku terlibat dalam kepanitiaan beberapa project sosial di Ramadan. Nah di tahun ini keinginanku tahun ini meminimalisir ajakan buka bersama, ada banyak alasan untuk hal yang aku lakukan ini diantaranya:

Menghindari Buang-buang waktu di jalan

Untukku yang sekarang bermukim di Jakarta Timur, buka bersama terkadang membuang-buang waktu di jalan. Selama puasa tentu saja jalur lalu lintas tidak bisa diprediksi. Apalagi di tengah pembangunan infrastruktur LRT dari kawasan timur ke tengah ini. Kebanyakan buka puasa yang diagendakan teman-temanku itu di Jakarta Pusat.

Pernah untuk pergi saja aku haru menempuh perjalanan 2 jam dengan Trans Jakarta, dan perjalanan pulang yang saat itu telah pukul 22.00, menempuh waktu 1,5 jam. Sungguh sangat sia-sia membuang waktu seperti itu. Waktu 3,5 jam jika dipergunakan dengan maksimal, banyak hal yang bisa kita lakukan.
Macetnya Jakarta

Menghindari Tidak Khusyuknya Ibadah

Jika kita mengikuti kegiatan buka bersama, terutama jika itu di mall-mall terkenal ibu kota, atau di cafe yang hits, aku yakin musolanya tidak begitu besar, atau jikapun besar seperti di Grand Indonesia dan Kota Kasablanka, pasti akan padat dengan jamaah yang akan menunaikan salat magrib segera. Di tempat-tempat ramai ini tentu saja kekhusyukkan kita dalam menjalankan ibadah tidak seperti ketika kita berbuka di rumah. Baru assalamualaikum saja, tiba-tiba jamaah lain telah antri untuk salat di tempat kita, padahal kita masih ada berkeinginan untuk berdzikir, dan berdoa dengan tenang, santai, dan fokus agar diijabah oleh Allah SWT.

Ibadah khusyuk yang tenang

Menghindari Over Budget
Memangnya jika buka puasa di restoran atau di mall tidak mengganggu budget kita? Iya kalau buka puasanya sebulan hanya 2 kali, nah jika dalam seminggu saja 3 kali berbuka puasa di mall, terus hitung sebulan berbuka puasa bersama berapa kali? Wah bisa-bisa kita over budget nih. Ingat, bagi anak perantauan yang akan mudik, tiket pesawat masih mahallll shayy. Kita masih jadi korban php pemerintah nih yang katanya akan menurunkan tiket pesawat.

Cek budget kita gaes


Menghindari ghibah dengan teman-teman

Jika kita bertemu dengan teman-teman, baik teman-teman saat ini, ataupun sobat kita masa remaja ketika berseragam biru/ abu, apakah yakin kita tidak akan berghibah mengenai kehidupan orang lain? Walaupun udah jam batal puasa, namun sebaiknya hal ini kita hindari, agar hati kita tetap terjaga selama Ramadan yang suci ini.

Hindari Rumpis


Menghindari makanan-makanan yang tidak sehat

Jika berbuka bersama, pasti tempatnya telah disepakati di awal, dan itu biasanya berdasarkan dengan suara terbanyak. Nah belum tentu resto/mall tempat buka bersama ini menunya cocok dengan lidah kita. Pernah ku terpaksa memakan makanan yang tidak begitu kusukai ketika buka bersama dikarenakan tempat tersebut kurang familiar untuk lidahku. Alhasil sepulang buka bersama, aku mengalami diare hingga sahur tiba. Perutku agak norak memang.

Junk Food di mana-mana

Nah bagaimana dengan mu? Berapa banyak undangan buka bersama yang telah kamu terima sampai dengan 1 Ramadan 1440 H ini? Aku baru 3 undangan, itupun 2 undangan buka bersama dari tempat kerja, dan 1 undangan bersama terkait mabit dan iktikaf yang merupakan sebuah rangkaian.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...