Jajanan Lebaran Yang Selalu Dibeli Ketika Mudik



Gembira dan bersuka ria, itulah perasaan yang tergambar dari orang-orang yang merasakan kemenangan di hari nan suci. 1 Syawal selalu disambut dengan perasaan mengharu biru bagi seluruh umat muslim. Perasaan sedih haru berpisah dengan Ramadan, dan perasaan suka ria menyambut bulan yang penuh kemenangan setelah berpuasa 30 hari.

Ketika lebaran biasanya di rumah kita tersaji beraneka ragam makanan seperti ketupat, opor ayam, kue-kue kering, kua basah kesukaan, dan aneka minuman khas di hari raya.

Namun setelah menyantap makanan-makanan tersebut selama dua atau tiga hari, perasaan bosan melanda. Kita udah rindu menyantap aneka makanan-makanan yang dijual di luar. Udah kangen makan micin. Hahahaha



Nah apa aja sih yang termasuk jajanan favoritku selama lebaran tiba?

Bakso Langganan

Wajib bagi ku untuk menikmati sepori bakso kesukaan ketika mudik. Penjual bakso ini sudah ada sejak ku kelas tiga SD. Bakso solo dengan cita rasa lembut dan kuah kaldu yang mantap rasanya dilidah. Bakso langganan ini hadir di lebaran ketiga kemarin membuat ku bahagia tak terkira. Apalagi mamang bakso pasti tau kalo lebaran adalah jadwal mudikku. Nah kemarin pas di lebaran ketika, kang bakso langganan nongol di jalan depan rumah setelah ashar. Tanpa menunggu komando ku keluar memesan seporsi bakso kesukaan. Kuahnya kaldunya yang gurih, baksonya yang lembut dan sambal pedasnya serta tak lupa ku peras sedikit jeruk nipis agar bertambah segar kuahnya. Sore ini rasanya pertut kenyang hati puas.


Burgo khas Palembang kesukaanku

Walapun bukan orang Palembang, namun kami sekeluarga menyukai jajanan khas Palembang seperti Pempek, Tekwan, Kerupuk Palembang dan Burgo. Makanan yang terbuat dari tepung beras dan berkuah kaldu santan dengan bumbu ikan gabus ini lazim disantap ketika sarapan. Sebungkus burgo harganya cukup terjangkau Rp. 5.000 saja. Tak lengkap rasanya pulang ke rumah tanpa jajan burgo langganan yakni di depan Supermarket Enha.

Pempek andalan

Pempek, makanan khas Palembang lainnya yang terbuat dari ikan tenggiri, tepung dan kuah cuko pedasnya sejak kecil memang menjadi makanan favoritku. “Ngirup cuko” kalo orang Palembang bilangnya. Walopun masih pagi, tidak masalah untuk keluarga kami sarapan pempek Palembang ini. Ibuku punya toko langganan pempek sedari dulu yang harganya terjangkau. Tak jarang jua ibu membuatnya ketika waktu senggang tiba. Jadi setiap lebaran, pempek pasti akan terhidang di rumah kami untuk kami sekeluarga loh ya bukan untuk tamu. Hahaha. Kalau untuk tamu sudah pasti rendang dan dendeng balado lah, as my mom signature dish.


Kue Padamaran yang manis

Kue Padamaran adalah camilan khas Jambi yang terbuat dari tepung beras, santan ,dan gula merah. Dijual dalam bungkusan daun pisang yang dibuat menyerupai takir. Kue ini biasa ditemukan di pasar kue tradisional, atau di toko-toko kue di Kota Jambi. Kemarin ketika mudik, aku membelinya di Saimen Bakery, sebuah toko bakery yang telah ada sejak aku kecil. Harganya yang terjangkau, rasanya yang manis bercampur gurih membuat padamaran selalu laris manis diburu pembeli untuk penganan berbuka puasa maupun hidangan untuk lebaran tiba. Apalagi jika disajikan dalam keadaan dingin, nikmat banget deh.


Es Tebu pelepas dahaga

Siapa yang di sini menyukai es tebu? Duh dari kecil aku selalu jajan minuman ini di sekolah. Kadang, walaupun sakit, masih juga dibeli hingga ayahku marah. Zaman kecil aku paling sering radang tenggorokan dan dilarang dokter minum yang dingin-dingin hingga masa remaja. Menyedihkan sekali ya. Namun kesukaanku pada es tebu tidak pernah berkurang. Gak afdol jika mudik tidak membeli segelas es tebu. Es tebu gampang sekali ditemukan dan dijajakan oleh para penjual di pinggir jalan. Harganya juga bersahabat, satu gelas diharga Rp. 5.000 loh. Murah kan?

Beraneka jajanan lebaran di atas wajib aku beli ketika pulang ke Jambi loh. Rasanya ada yang kurang jika gak jajan makanan tersebut, apalagi di Jakarta susah mencarinya. Kalo jajanan kesukaanmu apa aja pembaca? Ayo cerita ke aku!

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...