8 Jam Yang Berkesan Naik KA Pangandaran Dari Gambir Menuju Banjar


Kereta api tidak pernah terbang. Ia selalu setia pada rel yang dipijak. – Love Sparks in Korea 
'Jadi kita ke Banjar pake kereta nih?' tanyaku ke Mba Dee via WA di akhir bulan Juni
'Iya deh, tak sanggup pake travel. Faktor U ' katanya
'Oke, besok aku booking deh ya' kataku

Setelah memesan 2 tiket kereta api pulang dan pergi Jakarta Banjar, hati ini cukup riang karena akan ikutan Kegiatan Hari Berbagi 11 Komunitas Bisa pada 26 Juli 2019. 



Tak terasa hari yang dinanti tiba jua, persiapan kegiatan ini telah berlangsung lama di grup kami. Aku sengaja mengambil cuti 1 hari agar perjalanan ini tidak buru-buru dan bisa beristirahat sebelum kegiatan dimulai di hari Sabtu.

Selembar tiket menuju Banjar


Pukul 05.45 wib, aku memesan ojek on line menuju Halte Busway BNN. Dari Halte Busway BNN aku naik Trans Jakarta tujuan Harmoni, menyambung dengan tujuan  Harmoni - Pulo Gadung dan turun persis di depan Stasiun Gambir.  Alhamdulillah perjalanan aku tempuh dengan waktu 1 jam 15 menit Jumat pagi itu.

Aku mencetak tiket keberangkatan dengan cepat dan segera menemui Mba Dee di Loko Cafe. Mba Dee datang 1 jam lebih awal dari kedatanganku. Kami memesan sarapan dan minuman hangat di Loko Cafe. Pukul 07.40 kami bergegas menuju peron Stasiun Gambir, agak terburu-buru berjalan cepat dan hampir berlari, karena terdengar dari pengeras suara bahwa KA Pangandaran akan diberangkatkan pukul 07.50. 

Masuk ke kereta dengan segera, mencari kursi sesuai dengan tiket, dan meletakkan barang-barang di kabin atas. Kereta Pangandaran ini belum terlalu lama diluncurkan. Dengan harga tiket Rp. 150.000, penumpang berangkat dari Stasiun Gambir dan berhenti di stasiun Banjar sebagai stasiun terakhir dengan waktu  tempuh 8 jam. Kereta akan berhenti di beberapa stasiun sebut saja Bandung, Rancaekek, Tasikmalaya, Cipeundeuy, dll.

Gerbong kereta kelas Ekonomi


Kursi yang empuk di kelas ekonomi
Walaupun berada di kelas ekonomi, kursi yang diduduki cukup empuk dengan sandaran flexible yang bisa dimaju mundurkan. Yang penting tidak berdiri tegak 90 derajat saja. Meskipun tidak ada tempat menyandarkan kaki seperti kereta lainnya, namun area tempat duduk ini mengakomodir untuk meletakkan kakiku yang panjang. Selama perjalanan kami disuguhkan pemandangan indah sawah, kebun dan sungai yang sangat khas dengan Provinsi Jawa Barat,

Pemandangan di luar jendela


Jangan khawatir jika baterai ponsel kamu habis, tersedia stop kontak untuk mengisi kembali daya ponsel kamu loh. Sehingga bisa banget digunakan untuk terus mengambil poto dan video alam indah Jawa Barat dari sisi kereta.

Restorasi yang nyaman
Setelah kereta istirahat di Bandung kurang lebih 45 menit, perjalanan dilanjutkan kembali. Tak terasa jam tanganku menunjukkan pukul 12.00 WIB, dan perut udah kelaparan. Aku dan Mba Dee berjalan menuju restorasi, memilih cara ini agar segera mendapatkan asupan karbohidrat. Area restorasi hanya berbeda satu gerbong saja dari tempat duduk kami. Tanpa berlama-lama, aku memesan satu porsi nasi bakar ayam teri, dan Mba Dee memesan satu porsi nasi  bakar ayam jamur. Kamipun makan di area restorasi yang siang itu belum cukup ramai didatangi.

Area restorasi yang nyaman banget
Sembari membaca novel on line melalui ponsel aku menyantap makananku. Rasa nasi bakarnya gurih, berempah dengan daging ayam dan ikan teri medan kesukaanku. Disajikan bersama sambal, tahu dan tempe goreng serta lalap. Pas porsinya, dan pas kenyangnya.


Nasi Bakar Ikan Teri Ayam lengkap dengan lalapan
Aku dan Mba Dee masih menghabiskan waktu di area restorasi, bangku dan kursi di sini cukup nyaman. Suasana lebih terang dan pemandangan indah berseliweran di depan mata sehingga  membuat kami malas untuk kembali ke kursi kami.


Penampakan nasi bakar setelah bungkusnya dibuka


 
Musala di Kereta
Perjalanan panjang dari Gambir ke Banjar selama 8 jam tentunya merupakan perjalanan panjang. Kereta berangkat jam 07.50 akan tiba pukul 16.00, sementara sepanjang itu kita harus tetap menunaikan ibadah salat zuhur dan ashar. Kamu tidak perlu khawatir, karena KA Pangandaran menyediakan musala mini. Tentu saja penumpang bisa menunaikan salat jamaknya di kereta.

Musala ini memuat dua orang jamaah yang akan salat, jadi masih nyaman dan tidak terlalu sempit kok jika kamu harus salat sendirian di dalam kereta. Sehingga gak perlu khawatir atau cemas akan terlewat melakukan ibadah selama perjalanan panjang ini.

Petugas yang ramah
Bagaimanapun naik kereta itu menyenangkan jika petugas juga ramah kepada penumpang. Naik KA Pangandaran ini merupakan pengalaman baru bagiku, sehingga tadinya aku khawatir dan berharap lebih atas layanan kereta ini. Ternyata kereta ini memiliki petugas yang ramah, setiap beberapa jam sekali petugas memeriksa apakah ada sampah yang ingin dibuang, lengkap dengan kantong sampah plastik berukuran besar dan berwarna hitam.


Suasana Santai di restorasi

Tak terasa karena ngobrol-ngobrol dan tertidur, waktu telah menunjukkan pukul 16.00 WIB, dan kami akan tiba di stasiun terakhir yaitu Stasiun Banjar. 8 jam waktu tempuh dari Jakarta dengan jarak 328 KM ini ternyata sangat mengesankan. Aku dan Mba dee bergegas turun dan siap memesan taksi on line yang akan membawa kami ke hotel tempat menginap.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...