​​Facing The Giant, Hangout Asik Bersama PMSM Millenials


Be the change that you wish to see in the world – Mahatma Gandhi

Suatu sore di sebuah grup whats app komunitas HR terdapat pengumuman yang berisikan undangan untuk menghadiri sesi sharing dg label "Facing the Giant" dari PMSM Millenials. Aku sangat tertarik dan langsung mengisi form yang telah disediakan.

Gedung Menara Astra yang megah di bilangan Sudirman dipilih PMSM Millenials untuk mengadakan sharing session ini. Ya gedung ini cukup akrab buatku karena sering datang memenuhi undangan beberapa event Astra, namun lantai 59 yang katanya kece berat itu baru kali ini aku jejakkan kaki.

Setelah mendaftar ulang dan bertemu Mba Alia yang beberapa hari belakangan chat denganku, aku duduk-duduk santai sejenak sembari mengambil photo sudut-sudut cantik di sekitarku. Tak lama kemudian kami boleh santap malam dengan beberapa makanan yang bisa mengisi energi malam itu sebelum mendapatkan asupan mengenai materi-materi kece.

Menara Astra
Menara Astra yang ciamik sebagai lokasi acara
Tiga pembicara dan satu orang moderator handal mengisi sesi malam itu. Rasa-rasanya aku belum pernah bertemu para pembicara-pembicara keren ini sebelumnya. Mereka adalah:

1. Bu Cicin Ruruh; HR Director Godrej Indonesia
2. Pak Irwan Dewanto; VP Human Resources Taco Grup
3. Pak Didik Kuntadi; HR Advisor

Suasana Amphiteater Room milik Astra Internasional cukup ramai malam itu, kurang lebih 50 orang praktisi dan profesional Human Resources datang dengan semangat 45 untuk belajar bersama. Rasa semangat terlihat di wajah-wajah yang walopun lelah namun tetap ceria, apalagi telah bersama-sama membacakan ikrar Sumpah Pemuda sebelum acara dimulai.

Setelah pembukaan oleh Mas Adi sebagai pembawa acara skaligus mewakili PMSM Millenials, acara berlanjut dengan kata sambutan dari Ibu Tengku yang mewakili Astra Internasional sebagai tuan rumah, dan presentasi dari beberapa sponsor seperti Blue vision, Kelly Services dan Gadjian.

Tujuan sederhana dan hasil yang luar biasa ala Bu Cicin


Suara lembut dan menenangkan dari Bu Cicin membuka sharing session malam itu. Bu Cicin membagi pengalaman dengan cerita menarik. Memulai karir sebagai HR di sebuah perusahaan semen di Maros, Sulawesi Selatan, membuat wanita yang lulus dari Psikologi UGM ini tidak gentar dengan rekan kerjanya yang mayoritas kaum adam. Bahkan Brimob dan tentara pun bisa menjadi temannya.

Bu Cicin, HR Director Godrej Indonesia
Bu Cicin, HR Director Godrej Indonesia

Bu Cicin menyadari bahwa ketika kita bekerja kita harus memiliki tujuan atau purpose. Selain itu karakter dan kompetensi yang kita miliki juga diperlukan untuk mendukung kita ke berbagai pencapaian-pencapaian hasil kerja.

Faktor lainnya adalah sikap dan cara berkomunikasi kita. Sikap kita yang sopan, penuh integritas serta teknik berkomunikasi dengan cara assertif juga harus dikuasai oleh seorang HR. Seorang HR juga dituntut untuk terus belajar dalam bidang apapun seiring dengan percepatan bisnis yang ada saat ini. Sehingga bisa membuka kesempatan untuk belajar bidang lain dan in line dengan bidang bisnis yang sedang di jalani.

Cross Generations yang  mumpuni di lingkungan kerja versi Pak Irwan


Perbedaan antar generasi di berbagai perusahaan saat ini nyata adanya. Baby boomers yang masih harus bertatap muka, Gen X yang gemar menggunakan email dalam berkomunikasi hingga Generasi Y yang lebih menyenangi obrolan informal dalam berkomunikasi dengan atasan. Semuanya bisa diterima dengan mengedepankan tata karma, sikap sopan dan santun dalam team.

“Komunikasi assertif juga diperlukan untuk membangun team agar tetap solid dan utuh” ujar VP Human Resources sebuah perusahaan manufaktur ini.


Facing The Giant ala Pak Irwan Dewanto
Keberadaan generasi millennial memberikan warna tersendiri dalam dunia Human Resources. Generasi millennial dikenal dengan generasi yang kreatif akan ide, dan karya. Sementara bagi generasi X, bekerja keras itu penting.

Nah beberapa tips untuk membuat hubungan yang baik dengan atasan yaitu

1.    Usaha lebih keras untuk menyelesaikan tugas-tugas
2.    Memiliki pemikiran terbuka dan mengkritik dengan baik
3.    Memberikan solusi-solusi atas masalah yang ada
4.    Memberikan hasil akhir yang baik untuk setiap pekerjaan yang diberikan
5.    Under promise over deliver                                                   

Meningkatkan Kualitas Personal ala Pak Didik Kuntadi


Pak Didik Kuntadi selaku senior malam itu tampil sangat bersahaja. Saya mendengarkan seksama materi yang disampaikan oleh beliau. Menurut beliau anak-anak Indonesia sebenarnya tidak kalah saing dengan tenaga kerja dari luar negeri. Anak-anak Indonesia hanya butuh berlatih Bahasa asing, sehingga anak-anak Indonesia memiliki kepercayaan diri untuk bekerja di industry global.

Pak Didik Kuntadi memberikan materi tentang hR yang mengglobal

Sikap, kesopanan, serta adat ke-Timuran anak-anak muda Indonesia itu merupakan sebuah modal untuk bsia bersosialisasi dalam lingkungan pekerjaan jika kita berada di Eropa atau di Amerika. Nah sebagai yang bergerak di bidang Human Resources kita perlu juga belajar ilmu lain untuk up grade skill kita. Misal kita belajar tentang Finance dan Accounting pada Dep Finance, atau belajar tentang Supply Chain dari Dep Procurement dan Logistic. Ini tentu saja bermanfaat untuk karir kita ke depannya. Sebagai seorang Human Resources yang professional kita bisa menguasai bahasa, kosata kata mengenai tujuan perusahaan kita.


Mas Adi sang moderator yang memandu acara
Menjadi professional Human Resources adalah profesi yang sanggat membanggakan bagi kita sehingga kita bisa meningkatkan value sebagai praktisi Human Resources sesuai dengan tujuan [purpose] yang sederhana namun hasilnya luar biasa.

Diakhir acara karena menjawab pertanyaan quiz,aku mendapatkan buku “Lead Differently” Karya Pak Pambudi Sunarsihanto yang tersohor itu. Ah tidak sia-sia jauh-jauh datang dari Kalimalang dan pulang larut malam dari Sudirman.


You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...