Gerakan Pesantren Sehat Membawa Afif Meraih SATU Indonesia Awards


“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda” – Tan Malaka
Setelah Kick Off SATUIndonesia Awards yang dilaksanakan pada bulan Maret 2019 lalu, maka pada bulan Oktober ini akan diumumkan siapa saja yang akan meraih penghargaan sebagai ikon anak muda pembawa perubahan ini. Pemberian penghargaan ini dilaksanakan berbarengan dengan Idea Festival yang diselenggarakan pada 3-6 Oktober 2019. Slot pukul 19.00 – 21.00 WIB adalah waktu untu “SATU Indonesia Award” yang akan dihibur dengan penampilan Erwin Gutawa, Sheila On 7 dan Isyana.


Peraih Penghargaan SATU Indonesia Awards bersama Presdir ASTRA


Tahun 2019 merupakan tahun ke 10 PT. Astra Internasional menggelar program Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia Award yang biasa disingkat menjadi SATU Indonesia Award. Setiap tahunnya ASTRA menjaring anak-anak muda yang memiliki potensi yang bekerja memberdayakan masyarakat sekitarnya melalui berbagai inovasi. Pencarian bibit unggul dalam berbagai bidang ini merupakan kontribusi ASTRA  untuk meningkatkan generasi muda bangsa Indonesia. Tidak hanya itu saja, lewat program ini ASTRA memberikan harapan yang besar bagi generasi muda untuk mewujudkan mimpinya  dengan melakukan perubahan.

Presdir ASTRA Memberikan Kata Sambutan
Penerima SATU IndonesiaAwards haruslah memenuhi berbagai persyaratan. Untuk memilih siapa nanti yang akan berhak menerima penghargaan ini, ASTRA telah memilih juri-juri yang berkompeten di bidangnya seperti:

·         Prof Nila F Moeloek, Mentri Kesehatan
·         Prof Emil Salim, Dosen Ilmu Lingkungan Univ. Indonesia
·         Prof Fasli Jalal, Rektor Univ. YARSI
·         Ir. Tri Mumpuni, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan
·         Onno W Purbo, Pakar dan Pengamat Teknologi Informasi
·         Toriq Hadad, Dirut PT. Tempo Inti Media
·         Riza Deliansya, Deputy Chief of Corporate Aiffairs Astra
·         Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communication Astra
·         Dian Sastrowardoyo, Pegiat Seni

Setelah tahun 2018 menyaring 5961 peserta, tahun ini panitia berhasil menyaring 8654 peserta dari berbagai kota di tanah air. Artinya jumlah peserta naik signifikan sebesar 45, 18 % dari tahun lalu. Dari 8000 pserta ini panitia mengerucutkan kembali menjadi 60 besar. Setelah melewati tahap penjurian berhasil terpilih 26 peserta terbaik.

dr Mohammad Afif menggawangi Gerakan Pesantren Sehat di kota kelahiranku

Namanya dr Mohammad Afif, menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Jambi. Pemuda ini awalnya membentuk Gerakan Pemuda Sehat Jambi. Namun seiring berjalannya waktu, kelompok tersebut bertransformasi menjadi Gerakan Pesantren Sehat. Sebelum menduduki kursi perguruan tinggi, dr Afif mengenyam pendidikan di pesantren, sehingga dia mengetahui betul rasanya menjadi santri. “Kebersihan tidak dipedulikan karena tuntutan hafalan maupun pelajaran” ujarnya. Pada tahun 2017 Gerakan Pesantren Sehat dimulai.

Enam Pemuda Peraih SATU Indonesia Awards 2019

GPS rutin terjun kepesantren-pesantren
dan memberikan pendidikan mengenai pentingnya mencuci tangan hingga benar,  dan menjaga kebersihan asrama. Selain itu GPS jug a memiliki program sharing session yang terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kesehatan mental, dan juga kesehatan reproduksi. Ada juga program Cerita Santri yang merupakan mentoring untuk santri agar bisa berbagi masalah yang dihadapi kemudia mencari solusi bersama-sama.


dr m. Afif dari Jambi peraih Gerakan Pesantren Sehat

Selain program-program yang bersifat kesehatan, GPS memiliki program lainnya seperti Pesantren Tanpa Rokok [PATOK] dan Book4Santri, yaitu kegiatan pengumpulan donasi da sumbangan buku bekas layak baca dan Al Quran untuk santri.

Ketika bulan Ramadan tiba, Gerakan Pesantren Sehat ini juga memiliki prgram khusus yang bernama SETARA yaitu Santri Sehat Ramadan Berkah. Kegiatan ini merupakan pengumpulan donasi terbuka di bulan Ramadan.

Tidak saja di wilayan pesantren GPS mengadakan kegiatan, mereka juga memiliki program “A Day with Lansia”, yang merupakan aksi sosial dan gerakan peduli lansia di lingkungan Wisma Tresna Werdha.

GPS membawa dampak yang baik bagi santri dan santriwati. Manfaatnya tidak hanya di bidang ksehatan, tapi bidang-bidang lainnya yang bisa dikembangkan. Misalnya dengan berbagai kegiatan mereka jadi terlatih menjadi pembawa acara, selain itu mereka juga belajar mendengarkan dengan baik.

Saat ini GPS baru bsia membina lima pesantren saja di Kota Jambi. Hal ini dikarenakan jumlah relawan dan dana yang masih terbatas. GPS memiliki 73 orang relawan yang bertugas di Pondok Pesantren Daarul Huffazh Al –Islami, Ainul Yaqin, Al Jauharen, Daarut Tauhid dan As’ad.

Semoga kedepannya dr Mohammad Afif bisa menambah lagi pasukan relawan Gerakan Pesantren Sehat di Kota Jambi. Good Luck and I’m Proud of You.



You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...