Nonton Konser Backstreet Boys, Impian Masa Remaja Yang Jadi Nyata



All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them – Walt Disney
Telah lama ku ketahui bahwa Boysband kesukaanku asal Florida, Amerika Serikat ini akan datang ke Jakarta dalam rangka DNA World Tour. Tiketnya resmi dikeluarkan awal Mei sebelum Ramadan tiba oleh salah satu start up terkenal negeri ini  teh Inggit, sahabatku mengirimkan pesan “Konser BSB fit di Jakarta” ujarnya “Mari cek tiket” kataku. “Mahal banget fit, tapi ada yang sejutaan, duduk dan paling belakang”kt nya “ Kalo ada gpp deh, ambil aja itu” ujarku. Itu pembicaraan bulan Mei.





Perjuangan Mendapatkan Tiket

Mei berlalu, Juni berlalu, Juli berlalu, tak ada tanda-tanda kursi di zona biru itu muncul kembali. Asumsinya adalah kursi itu telah terjual habis tanpa ada sisa. Sampaiii pada 27 September 2019, Jumat berkah memang namanya “Fittt, kursi biru dijual” tiba-tiba pesan teh Inggit mengagetkan ku beserta kiriman peta nonton konser “ Ambilll teh, mauuu” ujarku lg “Oke, ambil dua ya sekalian”ujar nya “Sip, teh, kabarin Fit mesti transfer berapa”ujar ku “ Siapp” katanya Tak lama kemudian dia mengirimkan file bookingan Tiket Backstreet Boys tertanggal Sabtu, 26 Oktober 2019 di Jiexpo Kemayoran. Ya allah, mimpiku untuk nonton konser sang idola ini kesampaian. Betul-betul Jumat barokah.

Kebahagiaan belum berakhir ternyata, seminggu sebelum konser dimulai pada 18 Oktober 2019, Teh Inggit mengabarkan jika Traveloka meng-upgrade tiket kami FREE. Wowww banget. Ditawari mau festival atau yang duduk. Teh Inggit bilang dia milih yang duduk, gak kuat berdiri di area festival. Ah okay tidak masalah, apalagi setelah mengetahui tiket zona kuning yang duduk itu harganya Rp. 3.000.000. Wahh menang banyaakkk banget kann? Travelokapun mengirimkan email mengenai perubahan tiket, dan fixed kita akan mendapatkan kursi duduk di zona kuning.

Perjuangan Mendapatkan Tiket Kuning yang ruarr biasa


OOTD ala 90-an untuk nonton konser

Beberapa hari jelang nonton konser, heboh dengan mencari-cari gaya anak 90an sebagai outfit untuk datang paling kece di malam Minggu itu. Teh Inggit mengirimkan sejumlah link info gaya anak-90an. Sekarang kok bingung mo pakai apa, padahal itu dulu gaya sehari-hari loh. Pakai baju kaos dimasukin, jaket jeans, setelah over all dll. Aku yang heboh duluan mau pakai outfit apa ini terinpirasi dari Raizal dan Fales yang ketika di Bandung mo belanja-belanja atribut 90an.
Nah karena bingung dengan waktu yang mepet, payroll time, dan evaluasi time yang menyita waktu. Aku menemukan ide dengan menggunakan jaket jeans. Jaket jeans kepunyaan Selin bisa dipinjem loh ternyata. Yang penting ukurannya muat deh hahaha, bawahannya aku pakai celana katun dan sepatu kets biru kesukaanku aja. So simple dan 90an banget.
Jaket Jeans dan Baju Kaos 90an Style

Ready for BSB Concert

Setelah naik kereta dari St. Cawang menuju St. Mangga Besar, dan menyambung dengan taksi on line, sampailah di Jiexpo Kemayoran. Gak berapa lama tiba di pintu penukaran tiket, langsung bertemu Fales dan Rizal, dan aku mengenalkan mereka berdua ke Teh Inggit. 15 menit kemudian kami mulai masuk ke area pemeriksaan tiket, pemeriksaan barang bawaan, dan antrian line. Tidak lama karena hari masih 15.30 Wib genks, masihh sepi. Hanya antrian berphoto di backdrop saja yang panjanggg. Di line 1 tempat kami duduk menunggu baru setengah saja yang terisi, kami duduk menunggu entah jam berapa pintu ini akan dibuka. Sembari duduk, mengobrol kanan kiri adalah cara kami untuk membunuh waktu. Kemudia aku dan Fales mengantri Yoshinoya untuk makan sebelum menonton konser. Biar ada tenaga untuk goyang cynnn. 30 menit saja untuk antri Yoshinoya, masya allah untung tidak pingsan ya.

Tepat pukul 18.00 WIB, pintu Hall dibuka, kami diminta untuk masuk dengan tertib menuju area kuning. Aku, Fales, dan Teh Inggit mengambil duduk di barisan depan dan tengah. Ya walapun agak jauh dari panggung, yang penting tengah dan duduk.

Tiket Kuning Di Pergelangan Tangan


The Magical Opening and The Great Concert

Tepat Pukul 20.00 WIB, konser dibuka dengan kilatan cahaya kuning dari panggung. Panggung dengan tulisan BSB, dan wajah-wajah personel Backstreet Boys muncul silih berganti di layar. Audio, dan sound system yang canggih, permainan cahaya, dan dekorasi panggung yang megah membuat pembukaan konser malam itu sangat menghipnotis penonton.

Personil Backstreet Boys muncul serentak berlima dengan lagu pembuka “I Wanna be with you” dari album pertama mereka yang dikeluarkan 23 tahun yang lalu. Mereka menghentak panggung Jiexpo malam itu dengan energic, prima, suara masih tetap saja merdu di telinga, serta koreografi yang tertata apik di panggung. Mengalun lagu kedua adalah The Call yang iramanya sangat dinamis, dan cepat, serta musiknya cocok untuk bergoyang. The Call lahir dari Album Black and Blue pada tahun 2000. Lagu ini otomatis mengingatkan pada kondisi seminggu sebelum konser di Bandung, dalam mobil Kang Renza, kami bersama-sama memutar lagu ini karena ini adalah lagu kesukaan Kang Renza. Sayang banget dia batal hadir nonton konser ini karena sesuatu dan lain hal.


Secara keseluruhan Backstreet Boys menyanyikan 32 lagu hits mereka, dari album pertama hingga album DNA yang dirilis tahun ini. Dari album DNA ada tiga lagu yang popular yaitu No Place, Don’t Go Breaking My Heart, dan Chance. Tiga lagu ini walaupun baru tapi telah punya tempat sendiri di hati penggemar mereka.

Panggung tak henti-hentinya berkilau dengan semaraknya lagu, di sela-sela konser, sambil menarik napas dan istirahat sebentar, Brian menceritakan pertama kali mereka berlima bertemu. Brian becanda dengan Nick, bahwa ketika mereka bertemu suara Nick seperti suara anak kecil. Ya tentu saja, karena ketika Nick Carter bergabung ke grup ini usianya saja baru 13 tahun. Usia abegeh gitu.

Quit Playing With My Heart kemudian mereka nyanyikan secara kompak dan keren dari atas panggung. Tak berhenti-hentinya aku menyanyikan lagu yang merupakan lagu kesukaanku dari album pertama mereka yang dirilis pada tahun 1996. Kemudian lagu I want It That Way dinyanyikan dengan kostum putih-putih, persis video klip mereka yang tenar tahun 1999.



Konser Backstreet Boys selama dua jam berlangsung sungguh gak terasa. Sedih ketika “Larger Than Life” sebagai lagu pamungkas usai dinyanyikan. Tepat jam 22.00 WIB ku lihat jam di pergelangan tangan kiri ku.  Mereka walaupun sudah tidak muda namun tetap maksimal menghibur ribuan penggemarnya. Begitulah totalitas boysband ini.

My bucket list checked! Terima kasih ya allah untuk membuat mimpi anak remaja daerah ini menjadi nyata.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...