Hari Berbagi 13 di MTS Al Muwafiq Cicalengka Yang Asik


Education is progressive discovery of our own ignorance - Will Durant

Komunitas BISA kembali lagi dengan Hari Berbagi 13. Pelaksanaannya kali ini di MTS Al Muwafiq yang terletak di Cicalengka – Rancaekek Kab. Bandung. Lokasi kali ini adalah tempat Teh Yani mengabdi menjadi guru.

Kunjungan dan survey di sekolah ini telah dilakukan 2 bulan sebelumnya. Sambutan yang diberikan oleh kepala sekolah cukup baik dan hangat. Beliau mendukung sekali kunjungan kami untuk memberikan pencerahan dan cerita kepada anak didiknya.



Keberangkatanku hari Jumat sore itu agak rusuh. Minggu itu cukup melelahkan bagiku dikarenakan sebuah masalah terjadi di kantor. Tidak mendapatkan tiket kereta api akupun mencari alternatif transportasi menuju Bandung Untuk akomodasi. Alhamdulilah ada Big Bird Travel Shuttle yang pick up pointnya di Mc D Pondok Bambu dengan harga Rp. 100.000 saja. Untuk kepulangan alhamdulilah aku mendapatkan tiket kereta di Sabtu malam. Sengaja kupulang Sabtu malam agar hari Minggu bisa memeriahkan Unicorn Party di Cipinang Indah Mall. Mengenai akomodasi, walaupun tidak jadi menginap di rumah Teh Yani, aku mencari penginapan murah meriah di Pasteur agar hari Sabtu pagi bisa dijemput Kang Renza untuk bersama-sama menuju Cicalengka.

Hujan menyambutku ketika tiba di Bandung malam itu sekitar pukul 22.00 WIB. Namun kemacetan masih saja terjadi di Jl. Dr Djunjunan. Ya jalan ini sedari dulu tidak pernah lancar jika Jumat malam tiba. Setelah sampai di penginapan ku segera mandi, dan tidur agar esok hari masih bisa bangun pagi dengan segar.

Menuju MTS Al Muwafiq & Mengajar di Tiga Kelas

Setelah janjian dengan Fales, dan di jemput Kang Renza di Salon Anata Surya Sumantri, kami menuju Cicalengka diiringin oleh awan yang agak gelap. Ahh tidak ada sunrise pagi ini. Bandung berkurang dinginnya. Perjalanan kami tempuh selama satu jam, dengan sedikit kemacetan lalu lintas di Kahatex seperti biasa.

MTS Al Muwafiq sendiri letaknya di area pemukiman penduduk. Dari jalan raya, kami berjalan kaki kurang lebih 300 meter dengan membawa sejumlah barang. Sebenarnya kondisiku kurang fit, udah beberapa hari ini tenggorakan meradang dan badan super lelah. Tapi aku telah berkomitmen untuk ikut kegiatan ini. Maka ketika melihat jadwal mengajar di tiga kelas, aku hanya berdoa agar suara ini tetap ada hingga kegiatan selesai.

Acara dibuka tepat pukul 07.30 WIB di lapangan, seperti biasa akan ada kata sambutan dari Ketua Komunitas BISA, sambutan dari Bapak Kepala Sekolah dan perkenalan relawan. Jumlah siswa siswi di MT Al Muwafiq ini kurang lebih 300 orang. Sepertinya anak-anaknya baik-baik. Ahh semoga mereka tidak menguras suaraku begitu banyak ya hari ini.


Jadwal Mengajar di tiga kelas

Di jam pertama aku masuk di kelas 9 A, kelas yang paling besar. Berharap anak-anaknya sangat kooperatif. Kelas dbuka dengan membaca beberapa ayat Quran tepatnya QS Al Baqarah dan dilanjutkan dengan doa belajar. Setelah berkenalan singkat, aku memulai materi yang menurutku kali ini tidak kupersiapkan dengan baik karena padatnya pekerjaan, dan kondisi tubuh yang tidak fit. Namun ku maksimalkan bercerita tentang apa pekerjaanku dengan bahasa yang paling mudah agar siswa siswi itu mengerti. Di sela kelas, ada guru wali kelas yang hadir, aku sebenarnya agak kikuk jika ada guru yang masuk. Hahaha Namun hingga akhir kelas alhamdulilah baik-baik saja. Setelah 30 menit cuap-cuap, seiring suara bel dan suara pengumuman dari Kang Tedi sebagai time keeper, aku pamit dari kelas 9A menuju kelas selanjutnya.



Kelas kedua yang aku datangi yaitu 8 C. Jika kelas 9 C tadi jumlah siswanya 25 orang, kelas 8C jumlah siswanya 40 orang loh. Padat sekali ya. Suaraku agak sedikit menggema di sini, karena jumlah siswa juga lebih banyak. Kalo suaraku biasa saja, khawatir nanti tidak terdengar. Setelah berkenalan dengan siswa, aku juga mulai menceritakan pekerjaanku saat ini dan apa saja kau kerjakan di hari libur kepada siswa siswi. Salah satunya menulis di blog, apa manfaat menulis blog, dan internet itu tidak hanya untuk bermain games saja. Salah satu tugas yang aku berikan yaitu meminta mereka untuk menulis secara berkelompok mengenai apa saja. Bisa mengenai liburan, cita-cita, mimpi yang ingin dicapai, atau bahkan puisi.


Membaca Quran Ketika Mengawali Kegiatan Belajar

Nah kelas terakhir yang aku kunjungi adalah kelas 7A. Anak-anak di kelas ini walaupun masih pada kecil-kecil namun mereka tertib sekali loh. Aku hemat suara di sini.Di kelas 7A ini, aku lebih banyak bercerita dan ice breaking. Diantaranya tepuk semangat versi Koboy dan versi ketua kelas. Anak-anak semangat mengikuti sesi ice breaking ini. Di kelas yang isinya 40 orang ini aku masuk kelas bersama Teh Tini, sehingga anak-anak bisa mendapatkan cerita yang beragam mengenai pekerjaan kami berdua. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB, suara Kang Tedi menyadarkan bahwa waktu di kelas telah habis. Setelah ini kegiatan selanjutnya adalah Dinamika Kelompok.

Berjaga Pos Otak di dalam Masjid

Setelah kegiatan di kelas, tugasku selanjutnya adalah menjaga Pos Otak yang akan diadakan di masjid. Ya ruang lingkup sekolah yang tidak terlalu luas, membuat kami harus mencari berbagai tempat agar dinamika kelompok tetap berjalan dengan baik. Jadi masjid adalah tempat yang cocok untuk kegiatan pos otak, karena hanya akan di isi sesi diskusi saja oleh tiap kelompok.
Aku tidak sendiri berjaga, ada Teh Ina dan Teh Sofi yang menemaniku berdiskusi bersama 20 kelompok yang telah dibentuk tadi. Diskusi berjalan lancar dan dinamis, berbagai persoalan dan penyelesaian masalah didiskusikan di dalam kelompok dengan durasi 10 – 15 menit.  Setelah selesai semua kegiatan Dinamika Kelompok, jam 11. 00 WIB kami berkumpul di pelataran masjid untuk presentasi kelompok para siswa.  Beberapa kelompok mengemukakan ide segar nan kritis terhadap lingkungan mereka. Semoga hal ini bisa ditanggapi dengan baik oleh semua pihak.

Menonton Verse of The Universe Bersama Kang Aip dan Kang Asep

Sesi terakhir di Hari Berbagi 13 Komunitas BISA adalah menonton verse of The Universe. Wah aku penasaran banget loh dengan sesi ini. Yang jelas sesi ini membuka cakrawala pengetahuan kita mengenai alam, planet, bumi, dan seluruh isi langit. Walaupun aku sempat tertidur di dalamnya karena ruangan tertutup gelap dan ngantuk juga, namun betul-betul suprise dengan sesi ini. Selama Kang Aip menjelaskan mengenai bumi, matahari, dan teman-temannya, Kang Asep bermain   kecapi sunda yang bunyinya merdu sekali.


Siap menerbangkan pesawat cita-cita
Wah di sesi ini juga ku melihat anak-anak yang antusias bertanya berganti-gantian kepada Kang Aip pada sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan merekapun berbobot dan berkualitas loh. Mempertanyakan tentang satelit palapa, keberadaan bulan, matahari, galaksi, dan lainnya. Di akhir sesi ini kami menonton warna dan suara planet-planet yang bisa ditangkap oleh satelit. Masya allah begitu besar keagunganMU ya Allah.


Bersama Relawan Koomunitas BISA, guru-guru, dan siswa siswi MTS Al Muwafiq
Jam di pergelangan tangan kiriku menunjukkan pukul 15.30 ketika kami mengakhiri Kegiatan Hari Berbagi 13Komunitas BISA ini. Lega sekali rasanya, lelah, bahagia, gembira, suka ria bercampur menjadi satu. 30 relawan hadir hari Sabtu ini dari berbagai penjuru, 300 siswa siswi semangat mendengarkan cerita kami. Terima Kasih MTS Al Muwafiq. Sampai jumpa di Hari Berbagi 14  ya!

Pohon Cita-cita di MTS Al Muwafiq

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...