Selamat Hari Relawan Internasional 2019

Life’s most persistent and urgent question is, what are you doing for others? –Martin Luther King Jr

Aku kembali aktif tahun ini di berbagai kegiatan kerelawanan! Ah bahagia rasanya bisa turun ke lapangan lagi. Udah lama banget gak turun lapangan menyiapkan segala sesuatunya. Rasa bahagia menyelinap di relung hati untuk kegiatan relawanku tahun ini.



Selain kembali aktif di Komunitas Bisa, aku menambah kegiatan kerelawananku dengan dua komunitas yang hingga sekarang masih bersilaturahmi cukup baik. All Community for Humanity dalam bidang kemanusiaan, dan GA Circle sebagai komunitas berbagai bidang.


All Community for Humanity untuk Wilayah Terdampak Tsunami

Komunitas ini telah aktif tahun lalu sebenarnya, mereka mengumpulkan donasi dan mendistribusikannya ke wilayah terdampak gempa di Lombok . Beberapa kali Pulau Lombok terkena gempa 6 SR,  sehingga membuat kunjungan wisatawan di salah satu pulau terindah ini turun drastis. Hal ini diperparah dengan ditutupnya Taman Nasional Gunung Rinjani karena berbahaya untuk wisatawan. Kedatangan All Community for Humanity hingga dua kali di Lombok, menunjukkan konsistensi mereka untuk kemanusiaan.



Salah satu SD di daerah Labuan - Banten
Tak berapa lama, musibah Gempa dan Tsunami menerjang Palu dan Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah. ACFH turun lagi menggalang dana dan mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan oleh para warga. ACFH awalnya terdiri dari para pilot drone yang merupakan teman-teman Mas Anton. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah relawan terus bertambah dari mana saja.

Akhir tahun 2018, Tsunami meluluhlantakkan Provinsi Banten dan Lampung. Kali ini Tsunami disebabkan oleh erupsi Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda. Pesisir Banten seperti Merak, Pandeglang, Tanjung Lesung, Sumur, dan Taman Nasional Ujung Kulon hancur tak bersisa. Jumlah korban banyak dikarenakan musibah terjadi pada saat libur akhir tahun tiba.  Di Provisinsi Lampung, dari Bakauheni, hingga Kalianda banyak bangunan rusak, warga mengungsi hingga perbukitan.

Jika Mas Anton membuat penggalangan dana dan distribusi bantuan lagi, aku bertekad untuk ikut. Ya akhirnya aku bisa ikut di dua acara ACFH. Bulan Januari 2019 mendistribusikan bantuan ke daerah Kunjir – Lampung Selatan, dan bulan Februari mendistribusikan donasi ke Pandeglang, Desa Sumur, dan Menteng Jaya Provinsi Banten.

Bergabung di dua kegiatan ACFH itu aku mempunyai banyak teman-teman baru. Ada Kak Indra seorang blogger kece hits bana-bana asal Lampung, Kak Kenjrot yang ternyata Pilot salah satu maskapai negeri ini yang juga kocak, serta teman-teman muli mekhanai Kota Lampung.

Nah ketika kegiatan di bulan Februari, tak lupa aku ajak Devin yang ternyata pindah dari Batam ke Cilegon karena diterima bekerja di sana. Sasaran bantuan di bulan Februari adalah seragam untuk anak-anak di beberapa sekolah. Ternyata dari 200 pasang yang kami targetkan, kami mendapatkan 1200 pasang seragam, Luarr biasa kan bantuan dari para donatur berhati mulia.

Dalam moment ini juga aku menambah teman-teman baru, ada Mba Tati, yang belum kukenal sebelumnya tapi udah bisa nebeng menginap di Cilegon. ada Kak Derry dari Lampung yang merupakan teman Kak Indra, serta teman-teman dari GA Circle yang diborong oleh Kak Ken saat itu.

Kembali Aktif di Komunitas BISA

Yayyy tahun ini aku aktif lagi di Kombis, dah lamaaaa sekali vakum. Saking udah lamanya jadi maluu sendiri jika ternyata selama ini kayak menyia-nyiakan komunitas yang ku bentuk bersama teman-temanku dari Bandung ini.

Kali ini kita melaksanakan Hari Berbagi 11 jauh dari Kabupaten Bandung, kita bertandang ke Kota Banjar loh. Sebuah SMP yang lokasinya 6 jam dari Kota Bandung menjadi sasaran kunjungan para relawan. Tentu saja setelahnya ada kumpul-kumpul di Pangandaran. Itu yang membuat kami bersemangat.

Aku dan Mba Dee sengaja mengambil cuti loh di hari Jumat, agar kami bisa santai dan tidak kelelahan setelah menempuh perjalanan Jakarta – Banjar selama 8 jam. KA Pangandaranpun menjadi saksi keriangan kami menuju Hari Berbagi 12. Cukup menantang rasanya mengajar di daerah Banjar ini, anak-anak yang tidak mengerti Bahasa Indonesia membuatku geleng-geleng. Namun tetap saja kami bahagia berada di Timur Jawa Barat ini untuk bersama-sama berbagi kisah.


Pohon Cita-Cita di SMP Muhammadiyah Langkap Lancar

Gathering di Pangandaran setelah pulang dari sekolah menjadi kenangan tersendiri. Jika selama ini kami hanya memandu anak-anak di segala pos kegiatan dinamika, nah selama gathering kami adalah pesertanya. Ternyata tidak mudah Fergusso. Beberapa kali mengalami kegagalan dan kekalahan dalam beberapa games.

Rencana hari Berbagi 13 pun telah di rancang di bulan Desember ini. Kali ini kunjungan kami ke MTS Al Muwaffiq di daerah Cicalengka, tempat Teh Yani mengajar sehari-hari. Mudah-mudahan kegiatan di Hari Berbagi 13 ini berjalan lancar

Ikut Ambil Bagian di Komunitas GA Circle
GA Circle yang telah ku kenal di Februari lalu, mengadakan kegiatan mengajar di bulan Agustus 2019. Tak lupa aku mengikuti seleksi yang diadakan untuk menyaring relawan yang akan berpartisipasi. Alhamdulilah, namaku bisa bergabung di kegiatan GA Mengajar di SDN Selapajang Jaya 1 dan 2 yang terletak di Tangerang.

Perjuangan dari Kalimalang menuju Tangerang aku jabanin dengan kereta pertama jam 05.00 WIB. Biarpun jauh aku telah menyiapkan banyak hal dan cerita seru untuk anak-anak SD Selapajang Jaya. Aku sekelompok dengan orang-orang kece yang juga mau berbagi. Rasanya semangatnya tidak pernah pudar untuk berbagai kegiatan kebaikan.

Aku mengenal Bu Tuti, Kak Anggi, Kak Windi, Kak Ari, Kak Amir sebagai rekan satu kelompok. Dan merasa surprise ketika aku juga sekelompok dengan Kak Tom loh. Waa memori off road dengan mobil kece Kak Tom keluar seketika.


Bersama siswa-siswi SD Selapajang Jaya 2

Nah project selanjutnya dari GA Circle adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru yang kemarin sekolahnya kami datangi. Rencananya project ini akan diadakan pada bulan Februari 2020. Proses rapat, dan diskusi dengan Ruang Berbagi Ilmu [RUBI] telah dilakukan kemarin. Aku belum pernah hadir di acara rapat-rapat untuk kegiatan ini. Mudah-mudahan ke depannya bisa hadir rapat untuk kontribusi nyata di GA Circle.

Nah itu pengalaman kegiatan relawanku tahun 2019 yang seru, menarik, dan berkesan ini. Sekali lagi Selamat Hari Relawan Internasional.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...