Briefing Kelas Pendidik Kreatif: GA Circle X Ruang Berbagi Ilmu



“A social movement that only moves people is merely a revolt. A movement that changes both people and institutions is a revolution.”

Setelah hasil tanya sana dan sini, pada Sabtu 25 Januari 2020 lalu tiba juga aku di kantor Garuda Management Building di kawasan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Hujan yang turun sejak Jumat sore hingga tengah malam membuatku gelisah, berharap hujan bisa reda di Sabtu subuh. Ya sangat mengerti sekali tepat pada tanggal 25 Januari ini bersamaan dengan Perayaan Imlek atau tahun baru menurut kalender China. Konon katanya, tidak afdol jika imlek tidak hujan.

Kak Java dan Kak Ika membuka acara

Waktu menunjukkan pukul 05.45 WIB ketika ku naik ojek online menuju PGC untuk naik Bis Agra Mas menuju Cengkareng. Bis jalan tepat pukul 06.30 WIB dengan kondisi cuaca mendung. Bari di tengah jalan ketika berada di area Jl. Gatot Subroto- Senayan hujan deras tiba-tiba menyergap. Aku menanyakan kepada Kak Arif, jika turun di Stasiun Bandara adakah Gocar menuju GCC, dan Kak Arif mengatakan tersedia Gocar di Stasiun Bandara.

Namun ada jalan lain ternyata menuju GCC, supir Agra Mas menginformasikan bahwa aku bisa turun di Pool Bus Damri, dan memesan ojek online di sana, karena jaraknya lebih dekat ke GCC dibandingkan aku harus turun di Terminal III. Wah sangat informative sekali. Lima menit setelah turun bis, aku mendapatkan ojek online yang siap mengantarkanku ke area GCC.

Yang Datang Pertama Kali
Setelah memastikan tujuanku benar, akupun bertanya kepada security letak Ruangan Auditorium, lokasi pelaksanaan briefing hari ini. Aku diminta untuk menunggu di area lobby, tak berapa lama kemudian datang Kak Lita menyapaku, dan kami berbincang-bincang mengenai persiapan hari ini.

Hari ini tugasku adalah sebagai fasilitator materi Metode Belajar Kreatif yang terdiri dari empat orang relawan Narasumber dan satu orang Pemateri. Yang ku ketahui tiga dari Narasumber kelompokku akan datang yaitu Mba Sendi, Mba Alfi dan Kak Adek. Sedangkan pemateri yang ku ketahui namanya Kak Nisa akan datang jelang Pukul 12.00 Wib. Sementara itu Kak Lita bertugas sebagai fasilitator kelompok Disiplin Positif. Lokasi kerja Kak Lita yang berada di Jl. Gunung Sahari membuatnya sering bolak balik Gunsar – GCC belakangan.

Tak berapa lama datang Kak Jaka, Kak Arif, Mba Pio dan Mba Nyna sehingga kami mulai menyiapkan peralatan di Ruang Auditorium sembari menunggu peserta datang. Satu persatu peserta datang dan pukul 09.30 kami mulai acara yang dibuka oleh Kak Ika dan Kak Java. Lagu Indonesia Raya berkumandang dengan khidmat di area GCC. Kemudian Kak Jaka memulai acara dengan perkenalan semua yang hadir pada saat itu dengan berbagai cara yang kreatif.

Berkenalan dengan Narasumber dan Pemateri
Setelah berkenalan dengan seluruh peserta, saatnya masuk kelas untuk mendengarkan presetasi dari Kak Nisa sebagai pemateri. Kali ini peserta Narasumber yang hadir yaitu Mba Sendi dari Cikarang, Mba Alfi dari Tangerang, dan Kak Adek dari Mampang. Sementara itu salah seorang narasumber Uncle James berhalangan hadir pada sesi pengarahan ini, namun akan datang pada sesi Micro Teaching dua minggu mendatang.

Kak Jaka menjelaskan tentang GA Circle

Pengalaman mengenai mengajar guru dengan kreatif ini sangat abru untukku. Aku bisa belajar banyak dari sisi teori dan praktek. Menjadi fasilitator ternyata tidak hanya soal mengurus relawan saja. Namun selama materi Metode Belajar Kreatif dari Kak Nisa, aku turut menjadi partisipan sehingga mendapatkan ilmu b aru ketika mengajar. Senang sekali bisa bergoyang atau memandu instruksi di dalam kelompok. Yah aku senang banget belajar hal-hal abru yang mengasyikkan.

Berkenalan dengan relawan yang lain dengan cara kreatif

2 jam materi dari Kak Nisa tak terasa telah habis saja dan kami berkumpul kembali di Auditorium GA untuk sesi Wrap Up dan penutupan. Sesi ini mengingatkan kembali mengenai materi-materi per kelomok, dan sekilas pandang persiapan dua minggu mendatang.

Pulang dengan omprengan
Setelah pergi dengan menggunakan bis, pulang kali ini aku mencoba naik omprengan. Ingin tau saja rasanya naik omprengan ke Cawang yang katanya kita hanya membayar Rp. 20.000 saja. Aku diantar Kak Ari hingga tugu Sukarno Hatta. Hari telah menunjukkan pukul 18.00 ketika aku tiba di sana dengan cuaca sedikit rintik-rintik. Aku duduk paling depan, tak berapa lama ada seorang pria juga yang duduk di kursi belakang.

Armada omprengan ini adalah Daihatsu Grand Max. Setelah banyak berbincang-bincang dengan bapak tadi yang memang rutnitasnya adalah naik omprengan maka kesimpulannya akan menunggu lebihd ari satu jam jika di akhir pekan begini karena penumpang sedikit. Penumpang akan banyak ketika hari kerja tiba yaitu Senin – Jumat. Pada akhirnya omprengan ini meninggalkan area bandara pukul 19.15 Wib, ya aku menunggu selama 1 jam 15 menit. Namun lalu lintas yang lancer malam mingg itu, sehingga tiba di Stasiun Cawang pukul 20.00 Wib. 45 menit saja ternyata perjalanan dari Bandara Sukarno Hatta ini ditempun. Akupun melajutkan perjalanan dengan menggnakan Trans Jakarta menuju rumah.

Relawan Panitia yang selalus emangat setiap hari

 
Ah lelah ini terbayar rasanya dengan ilmu-ilmu baru yang aku dapatkan pada kegiatan pengarahan Kelas Pendidik Kreatif ini. Tidak sabar menunggu dua minggu lagi, kira-kira aku belajar apa lagi ya.


You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...