Berbagai Aktivitas Seru Yang Akan Dilakukan Ketika Wabah Corona Selesai

It always seem imposibble untul its done –Nelson Mandela

Sudah memasuki minggu ke tiga bekerja dari rumah. Sudah rindu untuk keluar rumah dan bepergian kemana-mana. Sudah kangen buat datang ke mesjid untuk pengajian atau sekadar nongkrong di mall kesayangan.

Sejauh ini belum memprediksikan kapan pendemi corona ini berakhir. Semuanya tergantung pada kedisiplinan kita sebagai masyarakat untuk #dirumahaja, karena hal itu bisa memutus rantai penyebaran virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.


Nah tentu saja ketika tingkat kehaluanmu sudah tinggi, dan angan-angan yang memuncak, banyak hal yang ingin kamu lakukan jika si Corona ini sudah pergi. Begitu juga aku, banyak hal yan masuk dalam dalam daftar keinginanku untuk dilakukan setelah virus yang hanya bisa dilihat melalui mikroskop itu pergi.

Berikut daftar yang telah kurancang setelah corona pergi apa saja aktivitas yang ingin aku lakukan:

1.    Mudik is number one

Sepertinya ini adalah lebaran pertamaku tidak mudik. Aku belum pernah merayakan Idul Fitri di Jakarta dan aku tidak ingin mengalaminya. Rencanaku jika harga tiket tidak meroket, aku akan mengunjungi Batam ketika har raya tiba. Namun mudik ke Jambi tetap dalam daftar utamaku. Faktor utamaku tidak mudik adalah karena kedua orang tuaku umurnya di atas 60 tahun dan memiliki penyakit bawaan. Lansia dengan penyakit bawaan sangat rentan terhadap virus corona. Aku yang berasal dari daerah zona merah corona masih ingin ayah dan ibuku baik-baik saja.

Jika aku mengunjungi Batam ketika hari raya dengan pertimbangan tidak ada yang berusia lanjut yang akan aku temui di sana, baik teman-temanku, maupun saudaraku. Semuanya masih usia produktif. Untuk kondisi ini sekarang aku hanya pasrah saja pada Allah jika memang harus merayakan Idul Fitri di Jakarta.


2.    Travelling lagi ke Bintan

Ah pulau favoritku ini masuk daftar yang akan aku kunjungi setelah masa pendemi ini usai. Sebenarnya menurut rekanku, kami telah deal untuk pelaksanaan media trip dengan salah satu resort ternama di Lagoi, sebelum corona mewabah di Indonesia. Namun ternyata takdir berkehendak lain, dengan padatnya jadwal media trip sebelum corona, bahkan bulan lalu sempat dilakukan pada masa corona diumumkan oleh presiden kita, media trip berikutnya ini ditunda pelaksanaanya.

Jadi setelah corona ini berlalu, berharap kami segera mendapatkan tanggal untuk media trip kembali. Menjelajah Bintan itu gak ada puas-puasnya loh, sama kayak orang-orang yang cinta sama Bali. Pantai-pantai di Lagoi yang menenangkan dan berpasir putih itu selalu manggil-manggil rasanya.


3.    Pijat di tempat langganan

Biasanya sekali sebulan aku melakukan pijit tradisional untuk refreshing, melancarkan peredaran darah, dan meregangkan otot yang kaku. Dua bulan terakhir aku tidak pijit sama sekali. Duh udah kebayang therapist melakukan treatment pijat di tubuhku. Pasti rasanya menyenangkan. Aku berharap virus yang telah merenggut banyak jiwa ini segera pergi, agar situasi normal kembali seperti sedia kala. Sehingga akupun bisa bertemu kembali dengan mba therapist yang jadi langgananku.



4.    Ke salon favorit

Ini yang aku impikan selama tiga minggu bekerja dari rumah. Aku tidak menyangka masa work from home itu stressnya berlipat-lipat dibandingkan jika kita datang ke kantor. Aku merasa butuh hair spa dan merapikan rambutku. Membayangkan rambut diberi krim wangi mint dan dipijat lembut selama 120 menit. Duh surga banget rasanya. Pasti akan merasa fresh kembali dong ya. Ayolah corona segera pergi dari bumi, aku rindu sekali perawatan ke salon.




5.    Facial di Wijaya Skin Care

Wijaya Skin Care sudah lama jadi pilihanku untuk melakukan perawatan muka. Zaman aku bekerja di Bandung, biasanya datang ke Wijaya Skin Care Setrasari yang tak jauh dari kantor maupun dari kost-ku. Nah sejak merantau di ibukota, aku biasanya facial di Wijaya Skin Care Cabang Tebet. 

Sudah lama sekali rasanya tidak melakukan perawatan muka, muka rasanya banyak ditumbuhi komedo jahat dan kurang glowing. Apalagi bulan lalu aku main ke pantai dan sukses berjemur di matahari selama dua hari. Ingin rasanya diberi masker dingin, dan dibersihkan segala komedo yang menempel di muka ku. Jika corona sudah tidak mewabah, aku harus segera perawatan muka nih.


6.    Pengajian ke Mesjid Nurul Iman

Ya allah rasanya ku udah lama sekali tidak menghadiri pengajian bulanan di Masjid Nurul Iman Blok M Square. Belakangan ini sejak aku terkena cacar pada Februari yang lalu, aku belum datang lagi ke pengajian. Rindu sekali rasanya salat berjamaah, mendengarkan ustad melantunkan ayat suci dan menceritakan kisah nabi dan sahabat-sahabatnya.

Semoga segera virus corona ini berlalu, agar kita bisa ke masjid lagi, agar salat jumat hadir lagi, agar tarawih tetap dilaksanakan pada bulan suci yang akan tiba sebentar lagi. Aku belum bisa membayangkan jika ramadan kali ini tanpa tarawih berjamaah, tanpa kajian, tanpa buka bersama, bahkan tanpa kegiatan-kegiatan keagamaan yang biasa aku lakukan seperti tahun kemarin.


7.    Melalak ke mall kesayangan

Nah terakhir kali aku main ke Mall Cipinang Indah 3 minggu lalu. Nah sudah seminggu ini Mall Cipinang Indah yang letaknya 300  meter saja dari tempat tinggal ku tidak beroperasi. Mereka akan beroperasi kembali pada 15 April 2020. Sudah lama rasanya tidak mengunjungi berbagai mall seperti Kota Kasablanka dan Blok M Plaza baik hanya sekadar bertemu teman ataupun window shopping.

Cepatlah pergi corona, agar aku bisa bertemu dan bergaul lagi dengan teman-teman baikku. Agar perekonomian bisa berjalan kembali dengan baik dan para pedagang bisa mencari nafkah kembali.


8.    Berenang biar sehat

Dari akhir tahun aku dan sahabatku merencanakan untuk mengambil les renang privat, namun ada saja halangan bagi kami untuk melaksanakan hal tersebut. Telah berjanji juga bulan Maret akan mulai renang bersama di sebuah klub renang khusus wanita. Tak disangka dan tak dinyana, tepat sekali awal Maret 2020, presiden mengumumkan wabah corona pertama yang ada di negeri ini.

Jadi ketika virus yang mematikan ini lenyap wabahnya, aku dan sahabatku ingin melanjutkan niat mulia kami ini. Tujuannya semata agar kami sehat dan punya skill renang yang mumpuni. Ya aku bisa berenang tapi hanya renang fun saja bukan renang yang dilatih dengan skill. Jadi tahun ini aku ingin menambah keahlianku dalam renang.




Marilah kita semua bergandengan tangan dalam menghadapi kondisi yang sulit, kondisi yang tidak ideal dalam bekerja, perekonomian yang tak menentu, dan berdoa agar pendemi corona ini segera berlalu dari belahan bumi manapun.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...