Menjalani Ramadan 1441 H Dengan Suasana Berbeda


Ramadan 1441 H dengan suasana yang berbedaRamadan tiba, ramadan tiba, ramadan tibaTiba-tiba ramadan, tiba-tiba ramadan, tiba-tiba ramadan-Ramadan, Oppieq 
Ramadan biasanya disambut meriah, megah, bersuka-cita, dan seluruh emosi positif lainnya. Bulan suci yang penuh rakhmat, barokah dan ampunan ini selalu istimewa di hati umat muslim seluruh dunia. Namun Ramadan 1441 H ini datang disambut dengan suasana sabar, prihatin, penuh empat, dan cenderung bersedih. Kenapa? Epidemi COVID 19 yang telah memasuki bulan kedua menjangkiti negeri ini. Ratusan orang berpulang, ratusan orang sembuh dan ribuan orang terpapar virus yang obatnya belum ada ini. Tentu saja ramadan kali tetap harus khusyuk, istiqomah dan iklas dalam menjalani ibadah. Karena ibadah selama ramadan adalah urusan pribadi kita dengan sang Pencipta.




Tiada Buka Bersama nan ceria

Bulan ramadan identik dengan pelaksanaan tradisi buka bersama. Ya buka bersama di kantor, keluarha, teman kuliah, teman SMP, teman SMA, komunitas dan lainnya. Dengan PSBB yang dilakukan di ibu kota, tentu saja agenda ini tidak akan kita temukan di restoran mewah, coffee shop terkenal, mall-mall beken, dan rumah-rumah yang biasanya dijadikan ajang kebersamaan. Aku sejak tahun lalu telah mengurangi aktivitas buka bersama di luar dikarenakan ingin khusyuk beribadah di rumah saja.

Buka Bersama Keluarga  Dua Tahun Yang Lalu
Buka Bersama Keluarga  Dua Tahun Yang Lalu
Ngabuburit yang berbeda dari biasanya
Jelang berbuka puasa, jika tahun-tahun sebelumnya pasti kita akan menghabiskan banyak waktu di luar. Ya masih di jalan sepulang kantor, sedang menuju tempat berbuka, masih terjebak kemacetan ibu kota dan banyak hal lainnya. Nah tahun ini kita benar-benar harus ngebuburit #dirumahaja. Tentu ada banyak hal yang bisa dilakukan semisal kajian on line ramadan, membaca quran, membaca buku agama atau sekadar membantu menyiapkan makanan untuk berbuka puasa di rumah. Nikmati seja kegiatan ini di rumah, karena akan banyak manfaatnya dibandingkan dengan tahun-tahun kemarin. Percaya deh.


Rumah Makan Pondok Kapau, tempat favorit warga Bandung untuk beli takjil
Rumah Makan Pondok Kapau, tempat favorit warga Bandung untuk beli takjil


Berbagai agenda kegiatan yang batal

Tahun kemarin karena aku mengurangi banyak agenda berbuka puasa bersama, sehingga aku punya banyak agenda kegiatan keagamaan di luar. Seperti Kajian di AQL bersama Mila, mabit di House of Shafa, Pelatihan Salat Khusyuk, hingga mengikuti Hijrah Festival di JCC bersama Devin. Nah tahun ini terpaksa batal pembaca. Sedih bersama rasanya, saling menguatkan bersama Devin karena pastinya tidak akan ada Hijrah Festival tahun ini. Tidak bisa juga datang ke Tebet untuk mengikuti kajian di AQL. Namun semuanya bisa dilakukan lewat internet. Ada Hijrah Festival from home, atau Majlis Cinta Quran yang hadir setiap hari dari rumah.


Hijrah Festival 2019
Hijrah Festival 2019 

Kondisi keuangan perusahaan yang berimbas dengan THR

Di luaran sana sekarang keadaan sangat mengerikan. Puluhan ribu orang di PHK, ribuan orang dirumahkan, dan banyak orang yang mengalami pembayaran THR dengan cara diangsur, bahkan yang terburuk tidak mendapatkan THR. Kita harus prihatin dalam menghadapi kondisi seperti ini. Kita perlu bersabar dan banyak bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan. Perusahaan membayar THRmu dengan cara diangsur? Ya terima saja dengan penuh rasa syukur dan berkah. Pergunakan dan hemat cara penggunaannya.

No mudik club tahun ini

Ini adalah hal yang menyedihkan. Tidak mudik di kala lebaran. Ini rasanya mimpi terburuk tahun ini. Alhamdulillah orang tua ku sangat mengerti dengan kondisi ini. Apalagi belakangan tidak ada penerbangan yang dilakukan olah berbagai maskapai. Walaupun kebijakan pemerintah yang tidak tegas membuat sejumlah orang mudik secara ilegal, dan rasanya sungguh miris. Padahal kita sudah di rumah aja berbulan-bulan untuk memutus rantai penularan COVID 19 ini. Ya aku sangat sedih sekali dengan tidak mudik, apalagi aku belum pernah lebaran di ibukota. Tadinya aku ingin berlebaran di Batam loh. Saat itu belum ada pemberitahuan larangan mudik dari pemerintah. Jika tiket harganya terjangkau mungkin lebaran di Batam adalah yang terbaik. Tapi ternyata pemerintah membuyarkan semua rencanaku. Sedih dan pasrah sajalah, yang penting sekarang kondisi kita sehat dan mematuhi aturan pemerintah agar pandemi ini segera berakhir.

Nah ini udah lebih satu bulan masa bekerja dari rumah, jadi apa saja yang sudah kamu lakukan. Berapa banyak kajian on line yang telah diikuti? Atau sudah ngaji berapa juz? Aku? Rahasiaa dong ah. Biar aku dan allah saja yang mengetahui.


You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...