Belajar Sejarah Peradaban Dari Berbagai Museum Yang Didatangi


Sejak aku menyukai pelajaran sejarah di sekolah menengah pertama, aku punya cita-cita berkunjung ke berbagai museum di seluruh dunia. Sejarah masa lalu yang mempengaruhi kehidupan peradaban dunia sangat menarik di mataku. Asal usul suatu tempat, latar belakang suatu peristiwa, hingga kebudayaan masa silam itu memberikan dampak yang  besar terhadap yang kita alami saat ini.

Sejak memiliki kesukaan dan kecintaan pada perjalanan, aku pasti memasukkan museum sebagai tujuanku. Baik itu di dalam negeri, maupun itu di luar negeri. Mengunjungi museum ibarat memasuki pintu rahasian dan memutar jarum jam ke arah ratusan atau bahkan ribuan tahun dari sekarang.



Berikut ini adalah sembilan museum yang pernah aku datangi selama melaksanakan perjalanan, baik di dalam maupun di luar negeri.

1.    Museum Adityawarman

Museum ini terletak di Kota Padang Provinsi Sumatra Barat. Sejak kecil jika liburan tiba, Ayah dan Ibuku selalu mengajak kami untuk berliburan ke rumah nenek. Ya liburan sederhana ala anak sekolah tentu saja ke rumah nenek. Museum yang didirikan tahun 1977 ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang sangat berarti bagi negeri kita. Museum Adityawarman berbentuk rumah gonjong khas Suku Minangkabau, di tempat ini pula peninggalan-peninggalan Kerajaan Dharmasraya di simpan di sini. Di museum ini juga terdapat replika Arca Bhairwa dan Amoghapasa yang merupakan warisan dari Kerajaan Singasari. Apa hubungannya dengan Raja Adityawarman? Konon Adityawarman adalah keturunan dari Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan tua di nusantara ini.

2.    Museum Negeri Jambi
Sepertinya ini museum yang pertama kali aku datangi seumur hidupku. Letaknya di kota kelahiranku, dan aku bersekolah dasar tidak jauh dari museum itu. Museum ini tidak besar, namun mampu menampung banyak peninggalan bersejarah yang berkaitan erat dengan provinsi Jambi. Provinsi yang pada zaman dahulu kala ini dipengaruhi oleh Kerajaan Sriwijaya asal Sumatra Selatan, dan Kerajaan Pagaruyung asal Sumatra Barat ini menyimpan beberapa arca yang sempat ditemukan ketika Candi Muara Jambi ditemukan. Museum Negeri Jambi terletak di Jl. Urip Sumoharjo, dan di seberangnya terletak kantor ibuku. Jadi masa kecilku bukanlah hal yang baru untuk datang ke museum


3.    Museum Mandiri

Terletak di kawasan Kota Tua a.k.a old town yang secara administratif masuk ke wilayah Jakarta Barat, Museum Mandiri pagi itu cukup ramai dengan wisatawan, padahal waktu masih menunjukkan pukul 09.20 WIB loh. Ya iyalah ini musim liburan sekolah gaes!


Bersama teman di Museum Mandiri
Bersama teman di Museum Mandiri

Baru saja menapaki dua anak tangga, dua orang petugas cantik menyapa kami ' selamat pagi ,tasnya bisa dititipkan di dalam" ujarnya seraya mempersilahkan kami masuk ke ruangan penitipan barang. Setelah barang-barang rapi disimpan, kami diberikan kartu penitipan barang.

Nah untuk menjelajah Museum Bank Mandiri ini hanya perlu uang 2000 saja untuk membeli tiket.  Museum yang memiliki luas 1039 m2 ini buka setiap hari Pukul 09.00 - 15.00 Wib. Akan tutup pada hari senin dan libur nasional. Museum Mandiri berisikan sejarah perbankan pertama kali di Batavia, ada juga ruangan khusus untuk kasir-kasir dari etnis Tionghoa. Ruangan ini menceritakan bagaimana ketika zaman penjajahan Belanda, etnis Tionghoa yang pintar berhitung di masa itu bisa bekerja di bank dengan jaminan saudaranya yang kaya.

Jadi mereka membantu proses transaksi bisnis tuan-tuan tanah dan pedagang di masa penjajahan sekitar tahun 1929. Bangunan ini awalnya adalah kantor Nederlandsche Handel Maatschappij NV di Batavia yg merupakan kantor perdagangan Belanda. Nah seiring dengan berjalannya waktu, kantor perdagangan tadi memiliki unit bisnis dalam bidang perbankan di masa itu

4.    Museum Bank Indonesia

Yang pertama kami lakukan di museum ini adalah menonton film pendek mengenai cara kita merawat uang. Walaupun filmnya pendek, ceritanya cukup bagus dan banyak yang menonton. Ini cara kreatif untuk memberikan wawasan bagaimana kita memperlakukan uang yang kita punya.

Loket Masuk Museum Bank Indonesia
Loket Masuk Museum Bank Indonesia

Ruang set selanjutnya yaitu sejarah perkembangan uang dan perdagangan di Indonesia. Peradaban hindia belanda yang berdagang mencari rempah-rempah di berbagai sudut negeri ini. Dimulai dariMarcopolo, Laksamana Cheng Ho hingga Cornelis de Hotman dari Belanda. Selain itu ada juga perkembangan ekonomi negeri ini sejak bernama Batavia, Jayakarta, hingg a Jakarta. Tersaji di depan mata sejarah moneter negeri dan apasaja yang telah dilakukan untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi ekonomi pada tahun 1997-1999.

Di Museum Bank Indonesia juga terdapat aneka produk-produk perbankan dari zaman dahulu hingga sekarang seperti uang kuno, cek, wesel, buku tabungan, resi, alat penghitung uang dan yang lainnya.

5.    Museum Wonderfood di Penang

Jika kamu mencintai dunia kuliner, kunjungan ke Wonderfood Museum sangat aku rekomendasikan. Dengan membayar tiket sebesar 25 MYR, kita bisa mempelajari sejarah dunia kuliner Penang, Melayu, dan berbagai makanan yang di negara kita juga bisa kita temukan. Aneka makanan tadi hadir dalam bentuk yang sangat mirip dengan aslinya seperti cendol, teh tarik, onde-onde, nasi kandar, hot dog, dan lain sebagainya. Terdapat juga diorama yang menjelaskan sejarah dan kebiasaan-kebiasaan serta cara makan penduduk Suku Melayu pada umumnya dan Penang pada khususnya. Wonderfood Museum terletak di Lebuh Pantai George Town.

Wonderfood Museum Penang
Wonderfood Museum Penang


6.   
Museum Madam Tussaud Singapura

Terletak di Kawasan Imbiah Look, Museum ini menghadirkan nuansa yg berbeda. Harga tiket masuk Museum SGD 20 bisa didapatkan di sebuah agen penjualan tiket di Batam, atau jika membeli Online. Perdana Mentri Singapore Lee Kuan Yew adalah tokok yang ada di deretan pertama patung lilin itu, diikuti beberapa tokoh terkenal Singapore lainnya. Tidak jauh, berdiri Founding Father Indonesia dengan gagah nya, siapa lagi kalau bukan Ir. Sukarno. Ya beliau sangat gagah dengan patung berseragam kenegaraan serba putih itu. Sangat worth it beliau hadir di antara sejumlah  tokoh-tokoh terkenal penghuni Madame Tussauds lainnya.

Bersama Mr. Founder di Madam Tussaud Singapura
Bersama Mr. Founder di Madam Tussaud Singapura


7.   
Museum Madame Tussaud Hongkong

Museum Madam Tussaud Hongkong terletak di The Peak, sebuah dataran tinggi yang merupakan sebuah kawasan wisata terpadu di Hongkong. Karena aku dan teman-temanku gagal mendapatkan tiket secara on line, maka kami membeli tiket on line. Jika dikonversi ke Kurs Rupiah harganya sekitar Rp. 420.000. Harga tiket masuk Museum Madam Tussaud Hongkong lebih mahal dibandingkan Museum Madam Tussaud Singapura, hampir dua kali lipat bahkan. Museum lilin yang pertama kali hadir di Asia ini dominasi oleh artis-artis Hongkong dan China yang terkenal seperti Jacky Chan, Michelle Yeoh, Bruce Lee dan yang lainnya.

Mengagumi Putri Diana di Madam Tussaud Hongkong
Mengagumi Putri Diana di Madam Tussaud Hongkong


8.   
Museum Macau

Saat berkunjung ke Macau tahun 2015, tak lupa aku dan teman-teman mengunjungi Museum Macao. Museum yang terletak di area Mount Fortress ini memiliki luas 2800 m2. Aku menyukai interior dan eksterior museum bergaya Portugis ini, karena Macau adalah negara bekas jajahan Portugis. Museum Macau terbagi menjadi tiga area yaitu peradaban penduduk asli Macau sejak zaman dahulu, tradisi dan budaya penduduk Macau dan Macau kontemporer. Museum yang dibuka pada tahun 1998 ini dibangun oleh para Yesuit sejak zaman abad 17, dimana pada saat itu Mount Fortress merupakan sebuah benteng pertahanan militer.

Di depan Museum Macau

9.    Museum Al Quran Madinah

Museum Al Quran terletak di area Masjid Nabawi. Museum ini menyimpan berbagai koleksi Quran dari berukuran mini hingga ukuran raksasa. Di dalam museum ini juga tersimpan replika Quran yang pertama kali ditulis. Asli dari Quran yang pertama tersebut tersimpan di Istana Top Kapi Turki. Salah satu yang membuatku takjub di Museum Al Quran Madinah adalah quran yang terbuat dari hasil tenun seorang ibu selama 32 tahun yang berasal dari Pakistan. Masuk dalam museum ini dipandu oleh seorang guide yang juga berasal dari Indonesia, tepatnya dari Pekanbaru. Sebelum menjelajah museum, kami juga menonto diorama ketika Al Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.



Nah apakah pembaca juga suka mengunjungi museum sebagai destinasi wisata? Boleh tau alasannya? Mari berbagi di kolom komentar ya.


You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...