5 Hal Ini Patut Aku Syukuri Selama Masa Pandemi Corona

 

“Gratitude is the fairest blossom which springs from the soul.” – Henry Ward Beecher

Bulan September 2020 jelang Oktober 2020, kurang lebih tiga bulan lagi tahun ini akan berakhir. Ingat sekali di akhir 2019 dahulu aku tidak bersemangat memasuki tahun 2020, tidak ada yang greget rasanya menghadapi “twenty twenty” ini. Saat itu aku sedih karena apa yang inginkan tidak tercapai, dan jauh dari kenyataan. Setelah corona hadir di negeri ini di awal Maret dan mengubah semua sendi-sendi kehidupan, barulah aku menyadari hal ini loh ternyata sesuatu yg tidak berkenan di hati itu.



Telah 6,5 bulan situasi chaos terjadi dikarenakan pandemi corona ini, apalagi sekarang PSBB di wilayah DKI Jakarta diberlakukan kembali. Jumlah kasus setiap hari meningkat tajam hingga 4000 kasus per hari. Bukan sesuatu hal yang menyenangkan. Namun dalam waktu 6,5 bulan ini juga banyak hal yang harus aku syukuri dalam hidup. Banyak hal berkah dan rezeki dari Allah SWT yang diterima diantaranya :

1.    Sehat wal-afiat hingga saat ini

Kesehatan saat ini merupakan anugerah terbesar dari allah swt untuk kita. Hadirnya virus corona di sekitar kita membuat kita sedikit khawatir, apalagi virus ini cepat menyebar dan mematikan. Dalam 6,5 bulan terakhir ini alhamdulilah aku fit dan fresh. Pernah sedikit influenza selama satu minggu, sejak kepergianku ke Batam, Bintan, dan beberapa hari sepulangnya. Namun aku langusng ke dokter dan istirahat maksimal agar kondisi segera pulih.



2.    Orang tua juga dalam kondisi baik-baik saja

Aku menahan-nahan untuk pulang ke rumah, karena aku tau orang tuaku sudah senja. Apalagi ibuku punya penyakit bawaan. Aku sangat riskan untuk pulang, dan memilih memendam rindu pada rumah. Di rumah juga sering kunjungan Nawyan keponakanku, rasanya kasian jika anak bayi dua tahun bertemu denganku dari ibukota yang diketahui sebagai kasus tertinggi corona di Indonesia.


3.    Aku masih punya pekerjaan

Ini adalah juga salah satu hal yang patut disyukuri. Di tengah goncangan PHK di berbagai sendi industri termasuk tempat kerjaku, aku masih bisa mencari nafkah. Walaupun tahun ini aku belum bisa merasakan kenaikan gaji seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun bertahan pada pekerjaan sekarang adalah salah satu keputusan dan anugrah terbaik dariNya. Gelombang PHK belum berhenti hingga saat ini. Jutaan orang kehilangan pekerjaan. Perekonomian anjlok, dan beberapa negara besar di dunia telah terkena dampak resesi ekonomi global karena pandemi virus dari Cina ini.


4.    Mengatur stress dengan baik

Jujur baru kali ini aku tidak bisa bepergian kemana-mana. Walaupun di awal-awal pandemi aku sempat mengunjungi Batam dan Bintan, namun setelah itu aku benar-benar #dirumahaja. Tidak mudik, tidak jalan-jalan, tidak melakukan kegiatan sosial, zoom meeting berjam-jam, tidak bertemu teman/sahabat, tidak bisa makan di mall, dan itu membuat stress tak terkira. Aku memanage stressku dengan membaca novel daring, memasak makanan kesukaan, maupun menulis di blog. Selain itu aku rutin mengikuti berbagai kegiatan webinar, workshop, kajian secara daring dari berbagai komunitas. Ini bukan aku ngerasa sok-sok sibuk atau pintar, tapi ini adalah cara yang ku pilih agar tetap produktif dan tetap waras.



5.    Pindah dari Jakarta ke Kalianda

Salah satu yang membuatku bersyukur dan bahagia dalam 6,5 bulan terakhir ini adalah terkabulnya doaku setelah bertahun-tahun untuk hijrah dari Jakarta. Ya walaupun bukan ke Batam seperti keinginanku sediakala, namun hal ini patut aku syukuri. Aku ingin hidup di sekitar udara segar, tenang, sepi, jalanan lancar, dan jauh dari hiruk pikuk kota besar. Pindah ke Kalianda adalah hadiah allah terbesar tahun ini untukku.


Ya inilah lima hal yang membuatku bahagia dan harus bersyukur atas semua ya allah swt berikan selama pandemi corona ini berlangsung. Semoga virus mematikan ini segera pergi dari bumi pertiwi

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...