Makan Siang Yang Telat di El’s Coffee House

 

“ Bu Fit tolong carikan tempat makan siang di Bandar Lampung ya buat hari Jumat” kata atasanku

“ Untuk siapa pak” tanyaku

“ Untuk rapat dengan Dinas Pendidikan dari Kabupaten ***” ujarnya

*sempet bengong, aihh gak hapal tempat makan, scroll instagram ada teman yang posting abis makan di situ

“ Kalo ini gimana pak *mengirimkan tangkapan layar Els Coffee”

“Boleh deh” ujarnya

Diiringi dengan hujan deras dan jarak pandang yang pendek, tiba jua di kota Bandar Lampung setelah satu jam berkendara. Biasanya perjalanan kami dari Penengahan hanya 45 menit saja loh, karena hujan deras ini Mas Diki mengendarakan mobil 60 km/jam saja. Karena derasnya hujan mengakibatkan jarak pandang sangat pendek. Agendaku, Mas Diki, dan atasanku ada rapat bersama instansi pemerintah dari sebuah kabupaten. Kebetulan hari itu adalah hari Jumat, jadi Mas Diki salat jumat terlebih dahulu di masjid di Tanjung Karang. Jam 12.30 kami meluncur ke El’s Coffee House yang ada di daerah Teluk Betung. Mengunakan google map, tidak sulit menjadi tempat ngopi hits yang ternyata menjadi tempat favorit nongkrong warga kota tapis ini.

 


Area yang luas dan instagramable

Sempat terlewat beberapa puluh meter, mobil kami putar balik dan sampai di El’ Coffee House. Kesan pertamaku terhadap tempat ini adalah bangunan dan area parkirnya luas ya. Sign board El’s Coffee di pinggir jalan dengan ukuran besar menjadi penanda bahwa coffee shop ini mudah untuk ditemui. Tadi Mas Diki terlewat dikarenakan tidak melihat sign board ini, namanya juga baru pertama kali ke sini. Hehehehe. Security mengarahkan kami untuk memarkir kendaraan di area parkir yang luas. Cukup ramai kendaraan yang parkir saat itu, wajar sekali karena kami datang pas jam 13.00 Wib, jam makan siang, dan beres jumatan bagi kaum pria.

Sofa nyaman di El's Coffee
    Sofa nyaman di El's Coffee

Dengan protokol kesehatan yang wajib seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, aku masuk ke dalam El’s Coffee. Wah ruangan di dalam juga luas loh ternyata. Antar meja dan kursi juga diatur berjarak, agar bisa duduk aman, nyaman di tengah pandemi ini. Aku memilih untuk duduk di area belakang dan pojok dengan tempat duduk 5 orang, agar terpisah dari meja dan kursi lainnya.

Pilihan menu yang beragam

Ternyata El’s Coffee tidak hanya berada di sini saja loh. Tempat kopi ini juga membuka cabang di berbagai tempat lainnya.

Sembari menunggu Pak Doni dan Pak Heri, aku meminta buku menu agar bisa pesan makanan. Untuk minuman, selain Single Origin Coffee, tersedia juga caffe latte, mocktail, aneka teh, dan boba milk.

Untuk pilihan makanannya sepertinya EL’s Coffee House ini didominasi oleh western food. Seperti Alio Oglio, Spaghetti Tuna, Mac & Cheese, Yakiniku Beef Bowl Spicy, El’s Beef Black Coffee, Karubi Stamina Don dan yang lainnya.

Jadi untuk energi di siang itu aku memilih segelas caffe latte with less ice dan satu porsi Yakiniku Beef Bowl Spicy. Ku lihat di pergelangan tanganku waktu menunjukkan pukul 13.30 WIB. Makan siang yang sangat terlambat nih.

 

Cafe Latte kesukaan
Pesananku cafe latte

Makanan ku datang 45 menit kemudian

Atasan, temanku, dan tamu sudah menyantap habis hidangan mereka dan piringnya bersih. Sementara itu menu yang kupesan belum datang. Padahal kami memesan bersamaan. Aku kemudian ke meja resepsionis di depan untuk menanyakan kenapa menu makananku belum datang juga. Mereka mengatakan sedang diproses pembuatannya. Akupun mengeluhkan kenapa lama sekali, dan sekarangitu sudah jam 14.00 WIB. Artinya aku sudah 30 menit menuggu.

15 setelah aku mengeluhkan makan siangku yang belum datang, pramusaji datang ke mejaku membawa satu mangkok porsi besar pesananku yaitu Yakiniku Beef Bowl Spicy. Aku membayangkan rasanya seperti Yoshinoya yang berbumbu pekat. Wah ekspektasiku terlalu tinggi. Menu pesananku ini standar saja rasanya, yakinikunya menurutku kurang berbumbu dan berempah. Spicynya didapat dari cabai merai dan cabai hijau yang diiris tipis-tipis. Nasinya cukup lembut dan pulen sehingga ini mengobati rasa super laparku siang ini. Ya aku baru makan siang pukul 14.15 Wib.

El’s Coffee sebagai tempat nongkrong favorit

Ternyata tempat minum kopi lokal ini dimiliki oleh Elkana Riswan, pengusaha lokal yang memang telah lama berkecimpung dalam bidang kopi. Sebelum beliau studi di luar negeri ketika mudanya adalah seorang pengepul kopi. Bersama kakeknya, beliau membeli kopi langsung kepada para petani dan menjualnya ke berbagai desa. Setelah mengenyam pendidikan di negeri kangguru, beliau pulang ke Indonesia merintis usaha kopi yang telah terhidang segar langsung ke meja pelanggan.

Sign board El's Coffee House

Saat ini El’s Coffee sudah memiliki banyak gerai di Kota Bandar Lampung seperti di Mall MBK, Kartini Mall, dan di Bandara Radin Inten. El’s Coffee juga melakukan ekspansi hingga ke Padang, Palembang hingga Jakarta.

Kesan Pertamaku

Kesan pertamaku datang ke tempang kongkow terkenal ini yaitu aku menyukai tempatnya yang luas, tempat yang dijadikan untuk berpoto juga kece, musalanya yang bersih, dan kopinya yang enak.

Aneka kopi di dalam toples

Aku mengkritik waktu untuk menyiapkan menunya yang cukup lama kurang lebih 45 menit. Serta rasa menu yang menurutku standar saja, tidak ada yang special. Bahkan untuk menu Yakiniku Beef Bowl Spicy yang kupesan tadi, aku masih sangat menyukai Beef Yakiniku-nya Yoshinoya/ Hokben.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...