Melancong Ke Hongkong, Macau dan Shenzen Bersama Sahabat #throwback


“A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.” – Lao Tzu

Siapa yang rindu bepergian? Siapa yang kangen melewati imigrasi suatu negara? Akuuuu! Sejak pandemi corona ini kita tidak bisa jalan-jalan keluar negeri dengan bebas. Memang banyak negara-negara yang sudah membuka kedatangan warga negara lain, namun tentu saja dengan peraturan dan protokol kesehatan yang ketat.



Paspor terbaruku masih mulus banget padahal sudah satu tahun diperpanjang. Sedih sekali tahun ini gagal cap paspor ke negeri impian. Namun dari pada sedih, aku ingin throwback perjalananku bersama tiga orang sahabat selamat 6 hari 5 malam ke Hongkong, Macau dan Shenzen. Perjalanan ini menggunakan maskapai Air Asia dengan rute Jakarta – Kuala Lumpur – Hongkong PP. Perjalanan dari Hongkong menuju Macau menggunakan kapal ferry cepat, dan kami hanya one day tour saja di negara yang terkenal dengan casinonya tersebut. Sementara perjalanan menuju Shenzen menggunakan kereta dari Hongkong, dan mengurus visa on arrival ketika tiba di imigrasi. Namun sekarang menuju Shenzen tidak bisa menggunakan visa on arrival lagi, kita harus mengurus visa keberangkatan di Kedutaan Besar China yang ada di Jakarta.

Hongkong yang metropolitan

Aku dan teman-teman menghabiskan waktu tiga hari selama di Hongkong. Kami menginap di daerah Mongkok dan menyewa hostel sebagai tempat menginap. Hostel mini ini terdiri dari dua ranjang yang bertingkat, dilengkapi dengan kamar mandi di dalam kamar, pendingin ruangan, pemanas air minum, dan hair dryer. Mba Duma mencari penginapan ini dengan harga terjangkau. Letak hostel kami menurutku sangat strategis, hanya satu blok saja terdapat Seven Eleven, jalan kaki beberapa blok kita bisa menemukan Mc. Donald, dan berjalan kaki 200 meter ke Stasiun MTR Mongkok. Tak jauh dari hostel kami terdapat ladies market yang terkenal, dan gerai H & M.

Berikut beberapa dokumentasi selama liburan di Hongkong

 

Mandatory pose: Diesney Land Hongkong
Mandatory pose: Disneyland Hongkong

Bersama Lady Di di Museum Madam Tussaud
Bersama Lady Di di Museum Madam Tussaud


A Symphony of Lights di Victoria Harbour
A Symphony of Lights di Victoria Harbour

Macau nan kaya sejarah

Macau tidak hanya identik dengan casino, tapi juga kekayaan sejarah.  Jejak peninggalan bangsa Portugis masih jelas kita temui diberagam bentuk bangunan, dan cerita di Museum Macau. Ada runtuhan bangunan gereja yang fenomenal yang dijadikan icon Macau yaitu The Ruin of St. Paul yang tak pernah sepi oleh pengunjung. Gereja umat Katolik ini berdiri pada abad ke 17 dan proses pembangunannya berlangsung dalam kurun waktu tahun 1602 – 1640.

Selain The Ruin of St. Paul, aku dan teman-teman juga mengunjungi Senado Square, Museum Macau, Venetian Hotel, dan kulineran egg tart yang super lezat itu. Selintas di Venetian Hotel kami melihat orang bermain casino, dan sempat ditawari juga loh. Kami hanya tertawa saja ketika salah seorang petugas casino memanggil-manggil kami.

Berikut beberapa dokumentasi selama liburan di Macau

Di The Ruin of St. Paul yang fenomenal
Di The Ruin of St. Paul yang fenomenal


Venetian Hotel Macau
Venetian Hotel Macau

Disambut hujan di Shenzen

Setelah mengurus visa on arrival dan membayarnya sejumlah IDR 160.000 jika dirupiahkan, kami tiba di Shenzen disambut hujan yang agak deras.  Kami datang pada bulan Mei ketika cuaca Shenzen memasuki musim semi, ternyata curah hujan cukup sering terjadi selama musim ini. Shenzen yang termasuk salah satu provinsi di RRC ini adalah kota dengan empat musim.

Di kota yang memiliki luas 2.050m2 ini kami hanya mengunjungi Window of The World, lokasinya tak jauh dari stasiun kereta. Window of the world merupakan taman luas yang di dalamnya terdapat miniatur ikon-ikon dari berbagai negara. Seperti Candi Borobudur dari Indonesia, Menara Eiffel dari Paris, Menara Pisa dari Italia dan yang lainnya. Window of the world dibuka pada tahun 1993 di lahan seluas 48 ha ini memiliki beragam fasilitas taman dengan beragam konsep. Kita bisa menaiki monorel untuk menjelajah tempat yang cantik ini.

Miniatur Menara Eiffel di Window of The World
Miniatur Menara Eiffel di Window of The World

Semoga corona cepat pergi dan aku bisa segera mengunjungi negeri impiahku, atau setidaknya bisa nyeberang dari Batam ke Singapura aja udah senang sekali.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...