Pengalaman Staycation di Whize Prime Bandar Lampung Ketika Pandemi Corona

Empat hari libur akhir pekan nan panjang di minggu terakhir Oktober ini sangat bosan jika dilalui di asrama. So mau ngapain dan kemana Fit lagi corona begini?

Nah dua minggu yang lalu Mba Dwi menceritakan salah satu hobbynya adalah staycation di berbagai hotel di Bandar Lampung. Sehingga aku mengajak Mba Dwi untuk liburan di hotel selama empat hari ini. Aku memang belum ingin kemana-mana, tapi setidaknya ke Bandar Lampung untuk main sebentar, dan pindah tidur adalah pilihan yang menyenangkan.  Setiap minggu aku ke ibu kota provinsi biasanya untuk kerja, kali ini tidak ada salahnya untuk memanjakan diri.

 


Memilih Whize Prime Hotel nan strategis

Kesibukan dan keriwehan menjelang libur ini cukup padat, ya kami hanya punya 3 hari kerja di minggu ini. Selain ada audit, aku harus mengurus dokumen penting yang dijemput di Merak sehari sebelum libur. Aku sangat berterima kasih kepada Mba Dwi yang telah berinisiatif memesan hotel ini sehari sebelum libur.

Berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Whize Prime merupakan hotel berbintang tiga yang hadir di Bandar Lampung sejak tahun 2016. Hotel apik ini selain sebagai tempat menginap, juga dilengkapi dengan ruangan rapat berbagai ukuran, kolam renang, dan fine dining roof top. Tentu berbagai fasilitas ini hadir untuk memanjakan tamu yang menginap dan pelaku bisnis di Provinsi Lampung umumnya, dan Bandar Lampung khususnya. Tak jauh dari hotel ini juga terdapat dua pusat perbelanjaan yang kerap didatangi oleh pengunjung yaitu Mall Kartini, dan Central Point. Selain itu, hanya beberapa blok saja dari hotel terdapat gerai Starbuck, Yoshinoya, Richeese , dan Kopi Kenangan. Lengkap banget loh!

Whize Prime Hotel memiliki dua jenis kamar yaitu superior dan deluxe. Kedua kamar ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti televisi, pendingin ruangan, meja, internet, tempat tidur single ukuran 120 X 200CM, kamar mandi, bantal, pemanas air, kopi dan teh. Yang membedakan dua tipe kamar ini adalah luasnya. Tipe superior memiliki luas 16m2, sementara itu tipe deluxe berukuran 32 m2.

Protokol kesehatan selama pandemi

Hampir semua hotel ketika musim liburan panjang ini penuh di Bandar Lampung. Hal ini dibuktikan dengan tercantumnya full booked di berbagai aplikasi daring pemesanan hotel. Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat akan hiburan keluarga dan rekreasi meningkat ketika libur panjang ini. Menurutku, masyarakat sudah jenuh, bosan, stress dengan situasi serba ketidak pastian setelah delapan bulan corona melanda ibu pertiwi.

Protokol Kesehatan di jalankan di Whize Prime Hotel
Protokol Kesehatan dijalankan di Whize Prime Hotel

Di area kiri pintu sebelum masuk hotel aku melihat mobile wastafel, dan sabun cuci tangan berdiri dengan baik sehingga kita bisa mencuci tangan dengan bersih. Di depan pintu, petugas keamanan akan mengecek suhu tubuh kita dan memberikan informasi berapa suhu tubuh kita. Hotel inipun mewajibkan para tamu untuk menggunakan masker selama berada di area lobby.

Lobby Hotel
Lobby Hotel


Namanya juga hari libur, ketika kami datang pukul 13.30 WIB, Staff Front Office memberikan informasi jika kami baru bisa masuk ke kamar pukul 14.30 WIB dan kamar hotel sedang di bersihkan. Staff Front Office mengarahkan kami agar menunggu di area roof top sembari bersantai di lantai 17. Sebelumnya kami melipir dulu ke musala yang terletak di lantai tiga untuk menunaikan salat zuhur.

 

Area Front Office Whize Prime Bandar Lampung
Area Front Office Whize Prime Bandar Lampung

Bersantai di Fine Dining Roof Top

Siang itu bersantai di roof top ditemani oleh angin sepoi-sepoi. Dari kami datang tadi, cuaca tidak terlalu panas dan memang sangat cocok untuk santai sembari ngobrol dengan teman-teman. Tempat ini terdiri dari dua bagian, di dalam ruangan dan luar ruangan. Yang menarik perhatianku adalah mural-mural cantik yang dilukis di dinding. Ada dua mural di sini, yang pertama mural pria dan wanita menggunakan baju adat lampung  yang terletak di dalam ruangan, dan kedua adalah mural peta hotel whize prime yang berada di luar ruangan. Mural ini berwarna kuning dan hijau cerah sehingga cocok dijadikan background untuk berpoto.

Mural Cantik di Lantai 17
Mural Cantik di Lantai 17


Selain mural, area fine dining roof top ini dilengkapi pula dengan sofa panjang, dan kursi bar yang lebih tinggi untuk bisa menikmati pemandangan kota. Aku bisa melihat dengan jelas masjid agung, dan Teluk Lampung dari ketinggian di siang yang berawan itu.

Masjid Agung dan Teluk Lampung dari Lantai 17
Masjid Agung dan Teluk Lampung dari Lantai 17


Menu sarapan standar dan kurang variatif

Mba Dwi memesan kamar sekaligus menu sarapan, agar kami tidak bingung mencari sarapan di pagi hari. Tempat sarapan berada lantai 17, tempat kami santai siang di hari sebelumnya.

Selama tiga hari sarapan, menurutku menu di sini rasanya standar, dan kurang variatif. Menu prasmanan tersedia dengan sekat pelindung yang terbuat dari akrilik, sehingga petugas hotel akan mengambilkan menu apa yang kita inginkan untuk sarapan. Pagi itu aku sarapan dengan sedikit nasi goreng, bihun, dan tumis sayur. Selain itu aku juga mengambil semangkuk bubur kacang hijau, sepiring buah, dan segelas susu.

Menu Sarapan Pagi


Kami sarapan sedikit siang sekitar pukul 07.30 WIB, dan banyak menu yang hampir habis. Pihak hotel sepertinya hanya memasak sesuai dengan jumlah tamu yang memesan kamar, sehingga ketika salah satu menu habis, mereka tidak kembali mengisinya seperti yang biasa terjadi di hotel sebelum masa pandemi. Ini terjadi padaku di hari pertama, ketika aku ingin bubur ketan hitam, dan ternyata tempatnya telah kosong, aku menanyakan kepada petugas hotel apakah akan diisi kembali ketan hitam ini. Petugas memberi penjelasan bahwa menu dimasak dengan jumlah terbatas.

Aku melihat dengan jumlah petugas yang sedikit, dan tamu yang banyak, staff hotel agak kelabakan melayani tamu yang sarapan pagi itu. Ini terlihat di beberapa meja yang terlihat kosong namun terdapat tumpukan piring dan gelas di atasnya. Sehingga ketika duduk, aku harus meminggirkan terlebih dahulu piring dan gelas-gelas tersebut.

Kesanku untuk hotel ini

Secara keseluruhan aku menikmati staycation selama empat hari tiga malam di Whize Prime. Rasanya tidur siang dan malamku juga pulas selama libur cuti bersama ini. Mba Dwi juga menikmati acara menonton serial korea di televisi. Namun aku merasa terganggu dengan berisiknya suara pendingin ruangan ketika dinyalakan. Jadi kami menyiasatinya dengan cara menyalakan pendingin ruangan sebelum tidur malam, dan ketika akan tidur dimatikan agar tidak menimbulkan suara yang menganggu pulasnya tidur.

Untuk sarapan karena menunya sarapannya standar, sangat terhibur dengan makanan-makanan yang kita pesan melalui go food seperti seafood, nasi bakar, martabak keju, dan tumis cumi asin selama beberapa hari.

Fasilitas di Kamar
Fasilitas di Kamar

Ya ini ceritaku selama liburan empat hari pindah tidur dari asrama ke Whize Prime Hotel di ibu kota provinsi. Menyenangkan dan siap untuk menghadapi bulan November yang tidak ada tanggal merah selain hari Minggu.

 

Whize Prime Hotel Bandar Lampung

Jl. Ahmad Yani No. 21 Enggal

Bandar Lampung 35111

Telp: +62 721 5600 999

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...