Tujuh Hal Yang Bisa Dipelajari dan Diambil Hikmahnya Dari Tahun 2020


Tahun 2020 akan segera berakhir dalam hitungan jam lagi. Tahun ini begitu istimewa dengan segala dinamikanya. Berbagai hal yang terjadi selama tahun ini baik hal yang baik, buruk, menyenangkan, menyedihkan, dan beragam perasaan yang hanya bisa dirasa dalam hati. Tahun ini corona merajalela, pemutusan hubungan kerja besar-besaran menghantam dunia kerja, bisnis lesu, pendapatan berkurang jumlahnya, banyak orang kehilangan nyawa, dan keluarga.



Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari tahun twenty-twenty ini. Berikut menurut versi aku ya:

1.    Rasa syukur yang tiada henti

Takdir kita setiap manusia tidaklah sama dari sang pencipta. Untuk itu rasa syukur diperlukan agar kita masih bisa menikmati segala berkah, rezeki, kasih sayang yang Allah berikan dalam bentuk apapun. Tahun 2020 ini aku masih bersyukur karena masih punya pekerjaan dan tidak ada penurunan pendapatan, walaupun terjadi kegagalan kenaikan gaji karena pandemi.  Bersyukur dengan hadiah yang allah berikan, pindah dari Jakarta ke Lampung Selatan. Bertahun-tahun aku mencari cara dan usaha agar keluar dari ibukota. Alhamdulilah terlaksana tahun ini.

 


2.    Sehat itu mahal guys

Aku bersyukur bahwa aku, ayah, ibu dan adik-adik sehat wal afiat dan tidak terserang penyakit-penyakit yang berat. Walaupun di bulan Februari aku sempat terkena penyakit cacar selama 10 hari. Ya seumur hidup aku belum pernah keca cacar, dan itu kali pertama aku terkena cacar. Rasanya kena cacar itu luar biasa guys, gatal dan perih datang bersamaan, gak bisa pergi kemana-mana, mandi pakai air dettol sekali sehari, dan panas badanku rasanya udah kayak apa gitu. Cacar membuatku membatalkan banyak kegiatanku kseperti kegiatan Kelas Pendidik Kreatif bersama GA Circle, kegiatan bersama YPAB, dan tidak bisa berjumpa sahabat yang datang dari Batam.

 


3.    Empati yang terus diasah

Selama masa pandemi di 2020 sepanjang tahun rasanya ada saja berita kurang menyenangkan hadir di sekitar kita. Ribuan orang di PHK oleh berbagai perusahaan sehingga menimbulkan dampak meningkatnya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Banyak orang kehilangan nyawa, dan kehilangan orang-orang tersayangnya karena pandemi Corona. Apalagi jenazah pasien corona tidak bisa dibesuk, tidak bisa mendampingi saat-saat terakhirnya, dan tidak bisa diantar kebih dekat ke pemakaman. Hal ini membuatku bergidik dan ngeri. Jadi asahlah rasa empati itu di dalam diri kita, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik.

 


4.    Sabar yang tiada batas

Ya sabar itu katanya memang harus tiada batas. Jika masih ada batas, rasanya belum sabar. Tahun 2020 ini ketidakpastian adalah hal yang kita rasakan setiap hari. Dari awal pandemi kita disuguhkan segala hal mengenai ketidakpastian. Tiba-tiba bekerja dari rumah, kita tidak pasti sampai kapan bekerja dari rumah. Kemudian pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan pembatasan kegiatan sosial, hingga tidak bisa mudik ketika lebaran. Gila aku belum pernah loh merayakan idul fitri di ibukota. Sedih sekali rasanya. Aku masih bersabar hingga menunggu bisa libur yang lebih lama untuk pulang ke rumah. Ya itu akhir yang indah dari sabar.

5.    Ketulusan pertemanan

Selama masa-masa beratku alhamdulilah ada sahabat yang tulus mendukung segala langkahku. Dalam masa sulit ini pula, aku bisa mendeteksi siapa saja yang berteman tulus denganku, siapa saja yang ingin menjatuhkan. Ya kita menilai seseorang memang perlu di saat-saat yang sulit, bukan disaat kita bahagia. Untuk itu memilih teman atau sahabat memang sangat penting. Karena jangan biarkan orang-orang yang dalam kategori “racun”, terus menggerogoti dirimu sehingga berpengaruh dalam kehidupanmu. Pindah ke Lampung Selatan juga salah satu cara menjauhkanku dari orang-orang yang menurutku racun dalam pertemanan loh.

 


6.    Pasrah adalah jalan ninjaku

Ada masa dimana pasrah adalah jalan terbaik untuk menenangkan diri dari segala masalah dan keruwetan yang kita alami. Kadang dengan pasrah ini kita bisa lebih kuat dan lebih jernih dalam melihat masalah yang terjadi. Sehingga solusinya bisa ditemukan dengan kepala yang dingin dan hati yang tenang. Jadi jika pembaca sudah mulai ruwet dengan berbagai keadaan, pasrahlah padaNya.



7.    Dekatlah padaNya

Pada allah ku serahkan segala jalan hidup dan takdirku. Aku bukan saja sekali ini menghadapi masa-masa sulit, berkali-kali dan bahkan pernah lebih buruk dari ini. Tunggu saja pertolongan allah dan tentu saja pertolonganNya akan datang dengan cara kita terus mendekatkan diri. Mengaji, salat lima waktu, sedekah dan berbuat baik terhadap banyak orang adalah hal-hal yang biasa aku lakukan untuk memohon pertolonganNya.

 



Tujuh hal ini yang bisa diambil dari dua ribu dua puluh, sehingga apapun yang akan terjadi di tahun depan, tetaplah jadi yang terbaik versi dirimu. Semoga tahun 2021 nanti dilewati dengan semua hal yang menyenangkan dan lebih baik lagi.


You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...