Cerita Sedih di Awal 2021 : Sebuah Untaian Doa Untuk Negeri Tercinta

 


Innalillahi wainnailaihi rojiun

Baru saja membuka tahun, baru saja mengurai harapan-harapan baik di awal tahun. Beragam kejadian-kejadian ini serasa membuat hati sedih, nelongso, dan penuh empati. Beberapa peristiwa sedih ini aku rangkum di blog ini agar mengingatkan diri sendiri untuk tetap menjaga alam, dan bersyukur

Awal tahun baru dibuka dengan banjir dan longsor yang menerjang kawasan Kepulauan Riau seperti Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang. Hujan yang mengguyur beberapa wilayah di area Kepulauan Riau membuat banjir yang tingginya lebih dari satu meter. Bahkan badai mengguncang area pesisir pantai sehingga beberapa rumah dilaporkan rusak. Memang sejak akhir tahun angin utara rutin menyapa perairan ini hingga bulan Maret nanti. Aku tentu saja bersedih, pembangunan infrastruktur di Batam dan kota lainnya tidak dibarengi dengan pembuatan saluran air yang memadai, dan kebiasaan untuk membuang sampah di tempatnya.



SJ 182 Jatuh di Kepulauan Seribu dan Tanah Longsor pada Sabtu Kelabu

Hari itu Sabtu sore pukul 16.30 Wib, aku terbangun dari tidur siangku. Pas membuka smartphone banyak sekali infromasi tentang pesawat Sriwijaya yang hilang kontak setelah take off empat menit saja dari Bandara Sukarno Hatta. Pesawat dengan tujuan Pointianak ini membawa 50 orang penumpang, 6 orang kru pesawat aktif, dan 6 orang kru pesawat extra, sehingga jumlah total  penumpang sebanyak 62 orang. Hatiku langsung miris, teringat baru saja 5 hari sebelumnya aku naik pesawat. Cuaca memang saat itu buruk, hujan deras melanda ibukota dari pagi hingga sore. Ketika malam tiba, dipastikan pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Posko Kecelakaan Sriwijaya
Photo Credit : www.merdeka.com

Duh sedih sekali rasanya kembali terjadi kecelakaan transportasi udara ini. Di hari yang sama terjadi bencana tanah longsor di Desa Cimanggung Kab. Sumedang. Puluhan orang tertimpa longsoran tanah tersebut, ratusan orang mengungsi dan puluhan orang wafat. Longsoran terjadi dua kali, sore dan malam pukul 20.00 WIB. Belum juga usai pencarian korban pada longsoran sore hari, namun malam hari longsoran susulan datang. Petugas BPBD menjadi turut menjadi korban yang meninggal pada saat bertugas.

Tanah Borneo terendam banjir

Belum usai bersedih setelah beberapa hari nonton berita di berbagai media mengenai pesawat Sriwijaya yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di Selasa pagi 12 Januari 2021, viral di twitter tagar #prayforkalsel. Wah ada apa nih pikirku? Ternyata sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan terendam banjir, bahkan ketinggian banjir mencapai 3 meter lebih. Rasanya belum pernah mendengar Kalimantan banjir separah ini. Ya Kalimantan terkenal dengan paru-paru dunianya, namun dengan berbagai kepentingan orang-orang tertentu, hutan-hutan Kalimantan berkurang jauh jumlahnya. Puluhan ribu orang mengungsi di Banjarmasin, Banjar, dan kota-kota lainnya di provinsi yang terkenal dengan kuliner Soto Banjar ini.

Jembatan putus di Kalimantan Selatan
photo credit : www.republika.co.id

Banjir di Kalimantan Selatan ini juga menghancurkan infrastruktur primer seperti putusnya sebuah jembatan penghubung di daerah Banjar. Putusnya jembatan ini mengakibatkan terputus pula jalur transportasi dari Banjarmasin menuju daerah lainnya di hulu sungai. Mudah-mudahan banjir di Kalsel segera surut dan masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti dulu lagi.

6,2 SR di Barat Celebes

Jumat pagi terkejut mendapakan informasi jika telah terjadi gempa pukul 01.28 WIB dini hari di Mamuju, Sulawesi Barat. Gempat berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman hanya 10KM ini berhasil meluluhlantakkan Kantor Gubernur Prov. Sulawesi Barat, Rumah Sakit Umum Daerah, dan ribuah rumah warga. Tengah malam buta warga shock dan berupaya mencari pertolongan. Sehari sebelumnya tepatnya pada hari Kamis 14 Januari 2021 juga terjadi gempa di wilayah yang sama dengan kekuatan 5,9 SR. Ternyata gempa susulan lebih kuat dan terjadi di tengah malam buta.

Banyak warga yang terjebak di dalam reruntuhan puing-puing rumah, bahkan ada pasien yang terjebak di reruntuhan rumah sakit tempat dia dirawat. Sungguh sangat memprihatinkan. Sampai saat ini pemerintah masih mencanangkan tanggap darurat di Majene dan Mamuju.

Kantor Gubernur Sulawesi Barat Hancur
photo credit : www.merdeka.com

Rasa empati kita sebagai manusia benar-benar diasah dalam situasi sulit ini. Bahu-membahu, gotong royong, menggalang donasi, turun ke lapangan sebagai relawan dan kegiatan sosial lainnya bisa dilakukan untuk mengurangi beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Selain itu kita juga perlu mengkoreksi diri sendiri, sebagai manusia apakah sudah memelihara dan menjaga alam dengan baik? Atau malah justru kitalah sebagai manusia yang merusak alam tersebut?

Terakhir aku cuma berpesan untuk menyisipkan doa terbaik untuk negeri dan bangsa ini setiap selesai salat. Doakan yang berpulang karena semua musibah ditempatkan di sisi allah, diampuni dosa-dosanya, dan dilapangkan jalanNya. Untuk keluarga yang memang masih menjalani takdir di dunia nan fana ini, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dalam menjalani ujian kehidupan dari Allah Swt ini. Karena sesungguhnya kita adalah makhluk ciptaan allah dan akan kembali kepada allah. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

 

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...