Menapaki 2021 dan Harapan-Harapan Yang Bersemayam di Hati

 “All the great things are simple, and many can be expressed in a single word: freedom, justice, honor, duty, mercy, hope.” – Winston Churchill

Tahun 2021 tak terasa datang menyergap begitu saja, soalnya orang-orang mengatakan bahwa tahun 2020 hanya diisi  bulan Januari dan Februari saja, Maret dan setelahnya di skip. :p. Namun waktu terus berjalan dengan segera loh.

Resolusi adalah satu kata yang biasanya dibuat diakhir tahun untuk diimplementasikan di tahun baru. Tidak ada resolusi yang aku buat dalam dua tahun terakhir ini. Kadang apa yang kita rencanakan jauh meleset dari kenyataan dan harapan yang ada.  Jika tidak tercapai, hati terasa nelongso sekali rasanya dan tidak semangat dalam menjalani hari-hari.

Apalagi sekarang dengan adanya pandemi corona, banyak ketidakpastian terjadi dalam hidup kita. Bagiku saat ini bernafas, sehat wal afiat, dan masih punya pekerjaan saja sudah lebih dari cukup.  Namun setidaknya untuk tahun 2021 ini aku punya beberapa harapan yaitu:

Sekeluarga diberi kesehatan

Sehat adalah hal yang mahal sekarang ini. Kita tidak hanya menjaga kesehatan untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain dan keluarga kita. Dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan tetap #dirumahaja semoga kita bisa menjaga keluarga yang kita miliki. Kita tidak tau berapa lama lagi waktu yang kita miliki bersama orang-orang tersayang. So jagalah diri sendiri, keluarga dan maupun orang lain dengan protokol kesehatan.

Pandemi segera berlalu

Hampir setahun corona gak pulang-pulang dari negeri ini. Apalagi dengan libur tahun baru ini, diperkirakan jumlah kasus meningkat seiring dengan anjloknya tingkat kedisiplinan masyarakat dan penuhnya berbagai tempat-tempat umum seperti bandara, pelabuhan, stasiun, maupun terminal. Memang secara fisik dan psikis pandemi ini membuat kita lelah, was-was, cemas, dan beragam perasaan tak menentu lainnya. Bagiku pandemi ini memusnahkan harapanku untuk pergi menuju negara impian. Aku udah memesan satu paket trip menuju Maroko tahun lalu loh. Karena pandemi, uang muka yang telah kubayarkan masih tertahan di vendor trip, dan belum tau kapan bisa pergi ke Maroko. Berharap sekali saja dalam hidupku aku bisa menjelajah negeri seribu benteng tersebut.

Bisa bekerja dengan normal dan tidak was-was

Walaupun sehari-hari aku bekerja karena kami tinggal di asrama, namun jika dinas luar kota berbagai perasaan was-was, dan cemas menghantui. Rasanya sungkan bersalaman dengan orang, ngeri jika melihat kerumunan orang, dan rasanya badan gak bersih aja gitu kalau abis bepergian.  Rasanya jika corona telah pergi, semuanya terasa nyaman dan tidak was-was lagi. Bertemu dengan orang ramaipun tidak takut kembali. Apalagi aku kerap mendatangi berbagai tempat yang tidak mengenali orang sebelumnya.

Negeri ini sehat dan waras

Tahun 2020 banyak sekali dikejutkan dengan berbagai pemberitaan buruk tentang negeri ini. Korupsi yang dilakukan pejabat publik, bahkan dana bantuan sosial saja dikorupsi loh. Kematian orang-orang yang ditembak secara tiba-tiba oleh polisi. Bencana yang masih melanda berbagai tempat. Hal ini membuktikan bahwa bumi sudah tua dan negara kita sedang tidak baik-baik saja. Kemampuan penguasa dalam mengendalikan pandemi ini perlu dipertanyakan. Berbagai kebijakan-kebijakan hadir dengan keadilan yang dipertanyakan. Masyarakat dilarang mudik ketika hari raya tiba, namun kondisi bandara ramai loh dihari-hari sebelum lebaran dengan berbagai alasan dinas, atau kunjungan luar kota oleh banyak orang. Hellowww kantor mana coba yang memberlakukan dinas ketika lebaran akan datang. Begitu pula dengan denda dan hukuman yang diberikan kepada rakyat jelata ketika bepergian tidak menggunakan masker, namun bagi kalangan atas berpesta dan tidak menggunakan protokol kesehatan biasa-biasa saja loh.

Betah tinggal di desa ini

Iya aku udah empat bulan lebih menjadi warga desa. Alhamdulilah tahun ini bisa pindah dari ibukota negara. Senang sekali loh bisa melihat yang hijau-hijau setiap hari, jika lelah tinggal liat laut biru di tempat yang tidak terlalu jauh. Namun aku masih punya impian untuk tetap kembali ke Batam loh atau Tanjung Balai Karimun. Semoga suatu hari nanti ada jalannya untuk ke sana ya. Kenapa harus balik lagi ke Batam? Karena Batam dan Tanjung Balai itu istimewa!

Ya itu adalah beberapa harapanku di tahun 2021 ini walaupun tidak ringan, namun ada allah swt tempat berserah.

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...