Kuliner Jogja La Rise: Nikmatnya Seporsi Gudeg Khas Yogya di Bandar Lampung

 

“Mo makan apa kita mba” ujar temanku setelah melintasi jalanan basah sore itu sepulang kami membeli perlengkapan untuk kegiatan kantor

“Aku mau yang hangat-hangat, mi goreng atau mi godog. suka gudeg gak? ” tanyaku

“Suka mba” jawabnya

“Ya udah kita ke way halim aja ke warung khas jogja gitu”

Akhirnya setelah perjalanan 15 menit dari pusat kota, kami tiba di Kuliner Jogja La Rise. Tugu Jogja mini menyambutku di sore hari ketika langit bersemburat jingga. Wah tempat ini benar-benar didesain seperti suasana Kota Yogyakarta sesungguhnya. Ketika masuk, kursi-kursi jati dengan ukiran khas Jawa terdapat di berbagai tempat. Pernak-pernik serta interior tempat yang baru saja Soft Opening di lokasi baru ini membuatku merindukan suasana hangat Yogya.



Sore jelang magrib itu beberapa meja dengan metode social distancing sudah terisi para pengunjung. Setelah duduk, aku dan temanku langusng memesan menu nasi gudeg, mie goreng, tempe mendoan, susu jahe, dan tentu saja favoritku wedang uwuh. Tradisional sekali menu makan sore kami hari itu.

Kursi dan meja di Kuliner Jogja La Rise


Nasi Gudeg Ayam, dan Mie Goreng yang lezat

Tak berapa lama seporsi nasi gudeg ayam milik temanku sampai dii meja, sementara aku masih sabar menunggu mie goreng pesananku. Nasi gudeg ayam ini lengkap dengan sambel kerecek yang pedasnya aduhai. Menurut temanku, rasa gudegnya sangat enak sama seperti saat dia berkunjung ke Jogja tahun lalu. Setelah mie gorengku datang, aku juga langsung menyantap mie goreng yang masih hangat, dan tidak lupa aku tambahkan sambal agar rasanya semakin nikmat. Cuaca hujan dan mie goreng pedas adalah perpaduan yang sempurna.

Menu makan malam
Menu makan malam


Sementara itu pilihan minum wedang jahe dan wedang uwuh sore itu sangat pas diantara teduhnya hujan. Bikin hangat dan segar di tubuh loh. Wedang uwuh adalah minuman tradisional kegemaranku dari dulu. Jadi jika ada tempat makan yang menyediakan minuman yang jika tersaji di meja berwarna merah ini pasti aku selalu memesannya.

Gudeg jogja yang lezat
Gudeg jogja yang lezat


Musala dan toilet yang bersih

La Rise tidak hanya menyediakan makanan lezat, namun juga toilet dan musala yang bersih. Ketika datang aku buru-buru menunaikan ashar karena udah kesorean banget. Dan sebelum pulang aku juga menunaikan ibadah salat magrib di sini. Musalanya cukup untuk menampung 5 – 10 orang jamaah ketika waktu salat tiba. Sehingga kita tidak perlu meninggalkan ibadah ketika sedang menyantap makanan atau ada acar di La Rise Kuliner Jogja ini.

Letak Strategis

Letaknya di pinggir jalan, di kawasan Way Halim – Bandar Lampug membuat tempat ini ramai didatangi pengunjung. Di masa pandemi ini mereka buka hingga pukul 22.00 WIB. Salah satu hal yang dihilangkan adalah hiburan live music. Jika ada live music pasti akan ramai pengunjung, nah agar tetap menjaga protokol kesehatan, sang pemilik hanya membuka khusus untuk tempat makan saja.

Kuliner Jogja La Rise di sore hari
Suasana Kuliner Jogja La Rise di sore hari


Sebelumnya La Rise letaknya tidak di sini, namun karena jumlah pengunjung yang semakin banyak datang, pemilik mencari lokasi yang lebih luas dan lega. Hal ini bertujuan agar pengunjung bisa datang dengan suasana lebih lega, lapang dan nyaman.

Kuliner Jogja La Rise

Jl. Arief Rahman Hakim No. 83

Way Halim – Bandar Lampung

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...