Maknoni Village : Serasa Pulang Ke Desa Nenek

 

Look deep into nature, and then you will understand everything better. —Albert Einstein

Belakangan intensitasku ke ibukota provinsi cukup sering, dari yang biasanya sekali seminggu saja, sekarang bisa dua kali seminggu. Nah karena itu juga semakin pusing dengan pilihan tempat makan siang. Bosan juga Mbok Wito lagi atau rumah makan padang lagi. Satu-satunya andalanku adalah sosial media teman-temanku yang berasal dari sini.



Hingga suatu hari aku lihat seorang teman yang posting photo sedang bersantap di Maknoni Village. Jika aku lihat di peta, lokasinya berada di area Gunung Terang a.k.a Gunter yang juga masih kawasan kota. Gak jauh kok dari area pekerjaanku di siang itu. Setelah Jumatan, dengan mengandalkan google map, aku menavigasi Mas Muklis agar kami tidak nyasar kemana-mana, jarak yang dibutuhkan hanya 15 menit saja. Jalanan yang ditempuh adalah jalan mulus berbelok, dari tipikal jalan yang lebar hingga jalan yang cukup dengan satu kendaraan saja. Tidak sulit untuk menemukan tempat makan yang hijau dan asri ini, karena di beberapa area terdapat penunjuk arah.

Pintu Gerbang Maknoni Village

Setelah memarkirkan kendaraan, di pintu masuk tertulis dengan jelas “Maknoni Village”, di bagian kanan ada bangunan bertuliskan “resepsionis”, sementara di bagian kiri ada tulisan “Cafe”. Maknoni merupakan sebuah tempat yang menyediakan tempat penginapan, dan tempat makan dengan konsep kembali ke alam. “Serasa pulang ke desa nenek” adalah tagar Maknoni yang benar-benar mengusung tempat ala kampung nenek. Area ini sangat asri karena terdapat banyak pohon, sungai, dan sawah di bagian bawah. Lokasi untuk makan, selain gazebo-gazebo yang disebar di berbagai lokasi, ada juga meja dan kursi yang letaknya out door menghadap sawah. Sayang sekali sawahnya baru saja memasuki masa tanam, jadi belum dapat poto yang ciamik.

Menuju cafe Maknoni Village
Menuju cafe

Setelah memilih kursi dan meja dekat sawah, kami memesan makanan berupa pasta carbonara, ayam bakar, wedang jahe merah, dan wedang uwuh. Tersedia beraneka jenis makanan berat, seperti nasi goreng, mie goreng, mie tek-tek, sop iga, dan yang lainnya. Ada juga camilan seperti goreng pisang, french fries, goreng singkong, roti bakar, dan lainnya. Untuk minuman tersedia juga aneka kopi, aneka teh, serta jus segar yang bisa membuatmu sehat sepanjang hari. Entah kenapa walaupun hari itu agak panas, aku lebih memilih wedang uwuh kesukaanku dari dulu dibandingkan dengan minuman lainnya.

Menu makan siang di Maknoni Village
Menu makan siang di Maknoni Village

Untuk porsi makanan, makanan yang kupesan pas porsinya, rasanya juga enak, ayam bakarnya berbumbu dan empuk, hanya sayur asemnya sudah dingin ketika disajikan. Pasta carbonaranya cukup matang, saosnya creamy dan ngeju banget, terdapat pula potongan-potongan smoke beef sebagai topping. Wedang uwuh yang kupesan datang dalam sebuah gelas yang estetik, sehingga sangat cantik ketika dipoto. Seperti biasa, meneguk wedang uwuh hangat adalah kebahagiaan dan kenikmatan tersendiri. Wedang jahe merahnya tak kalah nikmat, dihidangkan dengan tambahan kental manis yang disajikan terpisah.

delicious carbonara
delicious carbonara

Sebelum makanan dan minuman datang, aku masuk ke toiletnya yang benar-benar bersih loh. Air di kamar mandi juga sejuk dan segar. Mushola juga tersedia di sini untuk kita beribadah salat. Jadi tidak alasan untuk tidak beribadah jika kita punya acara di tempat bagus ini.

Jika kita ingin mengadakan acara dengan tamu yang banyak, jangan khawatir, Maknoni Village menyediakan space aula dengan kapasitas 30 orang loh. Kita bisa pakai untuk acara syukuran, ulang tahun, arisan, atau kumpul-kumpul keluarga

Penginapan dengan suasana desa yang asri

Selain cafe, di tempat ini juga tersedia beberapa kamar penginapan dengan harga Rp.300.000/malam untuk hari biasa, dan Rp.400.000/malam ketika akhir pekan tiba. Rasanya mengajak keluarga untuk staycation di sini tidak ada salahnya loh. Anak-anak bisa berenang di kolam renang yang pemandangannya sangat instagenic. Sementara untuk makan telah tersedia dengan banyak menu pilihan. Suasana yang hijau, tenang, asri, dan damai sangat cocok untuk pilihan staycation yang masih di dalam kota ini. Penginapan di Maknoni Village dilengkapi fasilitas kasur dengan ukuran king size, Televisi LED, kamar mandi, shower, dan sarapan untuk dua orang.

 

instagenic pool
instagenic pool

Maknoni Village

Gunung Terang – Langkapura – Bandar Lampung

Telp : +62813 6734 6791

 

 

 

You Might Also Like

0 comments

Berkomentarlah sebelum komentar itu ditarif...